Jumat, 23 Desember 2016

PROPHET MUHAMMAD SAW


Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fahr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Madrakah bin Ilyas bin Mudhir bin Nazzar bin Ma’ad Adnan dilahirkan pada hari Senin, 12 Rabi’ul awwal pada tahun Gajah. Pada tanggal yang sama beliau di-Mi’rajkan ke langit, berhijrah dan wafat. Dan di hari senin juga beliau diangkat menjadi nabi, beliau wafat, berhijrah dari Mekah ke Madinah, tiba di Madinah, dan mengangkat hajar aswad untuk diletakkan pada tempatnya. Semua itu terjadi pada hari Senin.

Muhammad lahir dari seorang ibu bernama Aminah binti Wahab. Aminah mengandung Muhammad dengan kandungan yang sangat ringan. Dan saat beliau kluar dari perut ibunya dalam keadaan bersandar dengan kedua tangannya di atas bumisambil mengangkatkan kepala ke langit. Saat lahir beliau sudah menjadi yatim (Abdullah wafat di Madinah ketika beliau pergi berdagang ke negeri Syam dan disaat itu Aminah sedang hamil). Dan ketika beliau berumur enam tahun wafat lah sang bunda di Abwa saat perjalan pulang dari berziarah kepada paman-paman ayahnya suku ‘Adiy bin an-Najjar.

Prosesi kelahiran beliau terjadi di rumah Abu Thalib di tempat Syi’ib Bani Hasyim. Orang yang membantu proses kelahiran beliau yaitu Ummu Aiman Barakah Al Habasyiyyah, seorang budak perempuan milik ayahnya. Dan orang yang pertama kali menyusui beliau adalah Tsuwaibah, budak perempuan pamannya, Abu Lahab. Pada awal  pengasuhannya, Muhammad disusukan oleh Halimah binti Al Harits dari suku Sa’ad bin Bakar. Keluarga Halimah menjadi sejahtera setelah ia mengambil Muhammad untuk disusukan. Payudara Halimah penuh berisi susu sehingga ia dapat mengenyangkan Muhammad dan putranya. Begitu juga dengan unta miliknya. Unta tersebut menjadi kuat dan memiliki banyak susu. Dan pada saat paceklik, kambing-kambing milik Halimah pun selalu dalam keadaan kenyang dan memiliki banyak susu untuk diminum oleh keluarga Halimah. Muhammad pun tumbuh dewasa dalam asuhan Halimah. Beliau tumbuh sehari seperti tumbuh sebulan (pada anak biasanya).

 Pada saat dalam asuhan Halimah lah, terjadi proses pembelahan dada yang dilakukan oleh Malaikat Jibril. “Sesungguhnya Rosululloh didatangi oleh Malaikat Jibril ketika sedang bermain bersama anak-anak kecil. Dia pun mengambilnya dan membaringkannya, kemudian membelah dadanya dan mengeluarkan hatinya serta mengeluarkan segumpal darah. Jibril berkata, ‘ini adalah bagian setan dalam dirimu.’ Kemudin ia mencucinya dalam sebuah bejana yang terbuat dari emas dengan air zamzam. Kemudian dia mengumpulkannya dan mengembalikannya pada tempatnya”

Kemudian Muhammad di asuh oleh Ummu Aiman dan ditanggung oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Saat Muhammad berumur 8 tahun, wafat lah sang kakek. Kemudian Muhammad diasuh oleh pamannya, Abu Thalib. Saat dalam pengasuhan Abu Thalib inilah, Muhammad bekerja sebagai pengembala kambing. Beliau bermaksud hendak membantu perekonomian keluarga karena pamannya memiliki banyak anak. Hikmah dibalik pengilhaman para nabi dengan pengembalaan kambing sebelum menjadi nabi adalah agar mereka terlatih dengan pengembalaan tersebut. Selanjutnya, mereka akan terbiasa atas apa yang akan dibebankan kepada mereka yaitu urusan umat.

Cirri kenabian pada diri Muhammad juga diketahui oleh seorang pendeta Bahira yaitu, saat berjalan Muhammad selalu dinaungi oleh awan, pohon dan batu menunduk untuk bersujud, beliau juga dinaungi oleh pohon ketika hendak duduk. Cirri kenabian ini juga diketahui oleh seorang rahib ketika Muhammad pergi ke negeri Syam sebagai utusan Khadijah untuk berdagang. ketika itu Rahib bertanya kepada Maisarah (pegawai Khadijah) tentang laki-laki yang duduk dibawah pohon, setelah itu rahib tersebut berkata “tidaklah berteduh dibawah pohon ini kecuali dia adalah seorang nabi.”

Maisarah melaporkan perkataan rahib tersebut kepada Khadijah dan ia juga melaporkan tentang kejadian-kejadian aneh (selalu dinaungi oleh awan dan pohon) saat melakukan perjalanan dagang bersama Muhammad. Dan setelah pulang dari perjalanan dagang tersebut, Khadijah pun melamar Rosullulah. Khadijah adalah saudagar perempuan terkaya di kota Mekah, ia bermartabat tinggi dan  memiliki nasab yang mulia. Khadijah adalah wanita termulia penduduk surga dan termulia sealam raya. Khadijah juga merupakan satu-satunya wanita yang mendapat salam dari Allah dan malaikat Jibril.

Khadijah merupakan istri pertama nabi dan merupakan istri satu-satunya. Pada saat beristrikan Khadijah, nabi tidak pernah menikahi perempuan lain. Dan hanya dari Khadijah lah nabi mendapat keturunan (dan Mariyah al Qitbiyah, tetapi hanya 1 putra yang bernama Ibrahim dan meninggal pada usia 17 atau 18 bulan).

Wahyu diturunkan kepada Muhammad pada saat beliau berumur 40 tahun, 13 tahun di Mekah dan 10 tahun di Madinah. Dan beliau wafat ketika berumur 63 tahun. Wahyu pertama turun di gua Hira. Datanglah malaikat kepadanya dan berkata “Bacalah!” beliau menjawab “Aku tidak bisa membaca.” Nabi berkata, “Dia pun meraih dan mendekapku sampai aku sesak, kemudian melepaskanku.” Jibril berkata, “Bacalah!” aku menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Dia pun meraih dan mendekapku untuk kedua kalinya sampai aku terasa sesak kemudian melepaskanku. Dia berkata “Bacalah!” aku menjawab, “Aku tidak dapat membaca” dia pun meraih dan mendekapku untuk ketiga kalinya kemudian melepaskanku. Dia berkata, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha mulia (QS Al Alaq : 1-3)

Akhirnya, pulanglah Rosululloh bersama ayat tersebut dengan hati berdebar. Beliau masuk ke kamar dan berkata kepada Khadijah “selimuti aku!” kemudian Khadijah pun menyelimutinya hingga rasa takut hilang dari beliau. Kemudian beliau pun menceritakan kejadian yang dialaminya kepada Khadijah.

Fase dakwah dalam kehidupan nabi dilakukan secara diam-diam (selama 3 tahun), kemudian terang-terangan dan hanya dengan lisan (berlangsung sampai hijrah), kemudian terang-terangan disertai dengan peperangan dengan orang yang memulai peperangan (berlangsung hingga perjanjian Hudaibiyah), kemudian terang-terangan disertai dengan peperangan melawan setiap orang yang menghalangi dakwah atau tidak mau masuk islam.

Abu Bakar adalah orang yang pertama kali masuk islam dari kalangan dewasa, Ali bin Abi Thalib dari kalangan anak-anak, Khadijah dari kalangan wanita dan Zaid bin Harisah dari kalangan budak.