Selasa, 03 Januari 2017

Nabi Adam As


Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Adam merupakan nabi dan rosul. Ia menjadi rosul untuk anak-anaknya.

Malaikat mengetahui bahwa Allah akan menciptakan khalifah di muka bumi. Allah akan menciptakan manusia dari tanah liat dan ketika sudah terbentuk sosoknya, dengan kekuasaanNya Allah akan meniupkan ruh kepadanya. Bersamaan dengan itu, malaikat diwajibkan untuk bersujud kepadanya (sujud kepada Adam adalah sujud pemuliaan bukan sujud pengabdian. Karena sujud pengabdian hanya untuk Allah).

Saat membuka mata, Adam melihat malaikat bersujud kepadanya, kecuali iblis. Ia mulai mengamati dengan seksama semua yang terjadi di sekitarnya. Beliau mulai merasakan cinta, takut dan heran. Beliau cinta kepada Allah yang telah menciptakan, memuliakan dan telah memerintahkan malaikat untuk bersujud kepadanya. Beliau takut atas murka Allah ketika iblis menolak perintahNya. Dan beliau heran kenapa iblis sangat membencinya padahal beliau tidak mengenalnya.

Iblis sangat membenci Adam karena ia berpendapat bahwa api lebih mulia daripada tanah, sehingga ia tidak mau menuruti perintah Allah untuk bersujud kepada Adam. Sehingga dari sinilah Adam mengetahui bahwa iblis adalah mahluk yang hina dan sombong.

Allah bisa saja menghanguskan iblis karena pembangkangannya. Namun, Allah telah memberikan kebebasan kepada mahlukNya secara mutlak. Bahkan dalam hal penolakan terhadap perintahNya. Kepada mahlukNya, Allah memberikan kebebasan untuk ingkar, berbuat maksiat dan menolak perintahNya. Sungguh, semua itu tidak akan mengurangi kemuliaan Allah meskipun semua mahluk kufur kepadaNya. Kekufuran yang dilakukan oleh mahluk akan mengurangi kemuliaan dirinya sendiri dan keimanan yang mereka jalankan akan menambah kemuliaan dirinya sendiri. Sedangkan bagi Allah semua itu tidak dibutuhkan sama sekali. Allah memberikan kebebasan kepada hambaNya yang dibebani kewajiban. Dari situ, Dia akan menganjar segala bentuk perbuatan hambaNya dengan adil.

Selain pelajaran kebebasan, Adam belajar dari Allah tentang ilmu pengetahuan. Adam mengetahui bahwa iblis adalah symbol kejahatan dan malaikat adalah symbol kebaikan. Allah telah memberikan rahasia keagungan yang berada dibalik symbol dan nama-nama kepada Adam. Allah telah menghujamkan cinta terhadap pengetahuan kepada Adam hingga tak terbatas waktu. Allah juga menanamkan keinginan di hati Adam untuk mewariskan ilmu-ilmu itu kepada anak keturunannya. Dan inilah yang menjadi rahasia dimuliakannya Adam.

Allah mengetahui bahwa Adam merasa kesepian, sehingga Dia menciptakan perempuan dari rusuk Adam ketika Adam sedang tidur. Saat terbangun, Adam menemukan perempuan disisinya yang kemudian diberi nama Hawa (karena diciptakan dari diri Adam dan Adam adalah mahluk yang hidup). Kemudian Adam dan Hawa tinggal di surge. Mereka hidup penuh dengan kebahagiaan sampai akhirnya iblis terus merayunya untuk memakan buah khuldi (Allah melarang Adam dan Hawa mendekati pohon ini) agar mereka abadi di surge. Karena impian Adam untuk terus bisa tinggal di surge, akhirnya ia pun tergoda oleh rayuan iblis. Ia mulai mendekati pohon tersebut dan memakan buahnya. Karena memakan buah tersebut, maka tampaklah aurat dari Adam dan Hawa lalu mereka mulai menutupinya dengan daun-daun. Maka durhakalah Adam sehingga mereka dihukum dengan dikeluarkan dari surge.  

Adam dan Hawa diturunkan ke bumi di tempat yang berbeda. Karena mereka mengetahui bahwa Allah maha pengampun dan maha pemurah, maka mereka pun terus menerus bertaubat. Dan akhirnya mereka dipertemukan kembali. Tinggallah mereka di bumi sebagai khalifah dan di bumi mereka mendapatkan anak-anak yang selalu kembar siam, laki-laki dan perempuan. Anak-anak Adam kemudian dinikahkan sehingga semakin banyaklah anak cucu Adam dan makin ramailah bumi. Dan Adam mengajak mereka untuk menyembah Allah.

 Sehingga Adam menjadi rosul untuk anak-anaknya.



*Jauh sebelumnya Allah sudah mengetahui bahwa Adam dan Hawa akan memakan buah khuldi dan turun ke bumi. Allah juga tahu bahwa setan sangat benci kepada Adam dan Hawa. Apa yang dialami oleh Adam dan Hawa di surge memang harus mereka jalani untuk membuka kehidupan mereka di dunia. Semua yang mereka alami di surge untuk mendidik mereka agar mengetahui bahwa jalan menuju surga hanya bisa dilalui dengan mentaati Allah.  Karena dari sebelum penciptaan adam, Allah telah berfirman ; “Aku akan menciptakan khalifah di muka bumi.” Bukan khalifah di surge. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar