Adam adalah
manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Adam merupakan nabi dan rosul.
Ia menjadi rosul untuk anak-anaknya.
Malaikat
mengetahui bahwa Allah akan menciptakan khalifah di muka bumi. Allah akan
menciptakan manusia dari tanah liat dan ketika sudah terbentuk sosoknya, dengan
kekuasaanNya Allah akan meniupkan ruh kepadanya. Bersamaan dengan itu, malaikat
diwajibkan untuk bersujud kepadanya (sujud kepada Adam adalah sujud pemuliaan
bukan sujud pengabdian. Karena sujud pengabdian hanya untuk Allah).
Saat membuka
mata, Adam melihat malaikat bersujud kepadanya, kecuali iblis. Ia mulai
mengamati dengan seksama semua yang terjadi di sekitarnya. Beliau mulai
merasakan cinta, takut dan heran. Beliau cinta kepada Allah yang telah menciptakan,
memuliakan dan telah memerintahkan malaikat untuk bersujud kepadanya. Beliau
takut atas murka Allah ketika iblis menolak perintahNya. Dan beliau heran
kenapa iblis sangat membencinya padahal beliau tidak mengenalnya.
Iblis sangat
membenci Adam karena ia berpendapat bahwa api lebih mulia daripada tanah,
sehingga ia tidak mau menuruti perintah Allah untuk bersujud kepada Adam. Sehingga
dari sinilah Adam mengetahui bahwa iblis adalah mahluk yang hina dan sombong.
Allah bisa saja
menghanguskan iblis karena pembangkangannya. Namun, Allah telah memberikan
kebebasan kepada mahlukNya secara mutlak. Bahkan dalam hal penolakan terhadap
perintahNya. Kepada mahlukNya, Allah memberikan kebebasan untuk ingkar, berbuat
maksiat dan menolak perintahNya. Sungguh, semua itu tidak akan mengurangi
kemuliaan Allah meskipun semua mahluk kufur kepadaNya. Kekufuran yang dilakukan
oleh mahluk akan mengurangi kemuliaan dirinya sendiri dan keimanan yang mereka
jalankan akan menambah kemuliaan dirinya sendiri. Sedangkan bagi Allah semua
itu tidak dibutuhkan sama sekali. Allah memberikan kebebasan kepada hambaNya
yang dibebani kewajiban. Dari situ, Dia akan menganjar segala bentuk perbuatan
hambaNya dengan adil.
Selain pelajaran
kebebasan, Adam belajar dari Allah tentang ilmu pengetahuan. Adam mengetahui
bahwa iblis adalah symbol kejahatan dan malaikat adalah symbol kebaikan. Allah
telah memberikan rahasia keagungan yang berada dibalik symbol dan nama-nama
kepada Adam. Allah telah menghujamkan cinta terhadap pengetahuan kepada Adam
hingga tak terbatas waktu. Allah juga menanamkan keinginan di hati Adam untuk
mewariskan ilmu-ilmu itu kepada anak keturunannya. Dan inilah yang menjadi
rahasia dimuliakannya Adam.
Allah mengetahui
bahwa Adam merasa kesepian, sehingga Dia menciptakan perempuan dari rusuk Adam
ketika Adam sedang tidur. Saat terbangun, Adam menemukan perempuan disisinya
yang kemudian diberi nama Hawa (karena diciptakan dari diri Adam dan Adam
adalah mahluk yang hidup). Kemudian Adam dan Hawa tinggal di surge. Mereka hidup
penuh dengan kebahagiaan sampai akhirnya iblis terus merayunya untuk memakan
buah khuldi (Allah melarang Adam dan Hawa mendekati pohon ini) agar mereka
abadi di surge. Karena impian Adam untuk terus bisa tinggal di surge, akhirnya
ia pun tergoda oleh rayuan iblis. Ia mulai mendekati pohon tersebut dan memakan
buahnya. Karena memakan buah tersebut, maka tampaklah aurat dari Adam dan Hawa
lalu mereka mulai menutupinya dengan daun-daun. Maka durhakalah Adam sehingga
mereka dihukum dengan dikeluarkan dari surge.
Adam dan Hawa
diturunkan ke bumi di tempat yang berbeda. Karena mereka mengetahui bahwa Allah
maha pengampun dan maha pemurah, maka mereka pun terus menerus bertaubat. Dan akhirnya
mereka dipertemukan kembali. Tinggallah mereka di bumi sebagai khalifah dan di
bumi mereka mendapatkan anak-anak yang selalu kembar siam, laki-laki dan
perempuan. Anak-anak Adam kemudian dinikahkan sehingga semakin banyaklah anak
cucu Adam dan makin ramailah bumi. Dan Adam mengajak mereka untuk menyembah
Allah.
Sehingga Adam menjadi rosul untuk
anak-anaknya.
*Jauh
sebelumnya Allah sudah mengetahui bahwa Adam dan Hawa akan memakan buah khuldi
dan turun ke bumi. Allah juga tahu bahwa setan sangat benci kepada Adam dan
Hawa. Apa yang dialami oleh Adam dan Hawa di surge memang harus mereka jalani
untuk membuka kehidupan mereka di dunia. Semua yang mereka alami di surge untuk
mendidik mereka agar mengetahui bahwa jalan menuju surga hanya bisa dilalui
dengan mentaati Allah. Karena dari
sebelum penciptaan adam, Allah telah berfirman ; “Aku akan menciptakan khalifah
di muka bumi.” Bukan khalifah di surge.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar