Sebagai seorang peksos, berhubungan dengan masyarakat kurang mampu adalah kegiatan sehari2. Apalagi sebagai seorang pendamping PKH, bertemu dg KPM (keluarga penerima manfaat) adalah hal rutin yg dilakukan. Pertemuan kelompok bulanan, kunjungan ke rumah peserta atau pun dengan bertegur sapa karna tak sengaja bertemu di jalan.
Agustus tuntas. Yg telah direncanakan oleh kementrian untuk pembayaran bantuan non tunai bagi KPM tahap 1 sampai dengan tahap 3 di tahun ini.
Bagaimana bisa lanjut ke tahap 2 dan 3, tahap 1 saja belum bisa selesai sampai akhir agustus. Dikarenkan banyaknya persoalan yg belum dipenuhi sehingga KPM belum 100% bisa mengambil bantuannya. Contohnya saja bagi KPM yang menjadi TKI/TKW, ahli warisnya baru bisa menerima bantuan pada awal bulan september. Sedangkan bagi KPM yang meninggal dunia, sampai sekarang ahli warisnya belum bisa menerima bantuan karena belum ada keputusan bagaimana persyaratan yg harus dilengkapi oleh pendamping dan ahli waris.
Sore tadi, saya mendampingi KPM untuk melakukan pembayaran tahap 2 & 3. Dikarenakan para KPM sudah menerima butab & KKS, jadi mereka sudah bisa dengan lebih mudah untuk mengambil bantuan.
Dan dikarenakan bulan Agustus sudah terlewatkan, maka saya istilahkan sendiri dengan istilah September Tuntas. Sore tadi saya mendampingi KPM untuk pembayaran tahap 2 & 3, sehingga para KPM menerima bantuan sebanyak 1juta rupiah (dan ada beberapa KPM yg masih menerima 500rb karena hanya masuk tahap 2 dan bahkan ada 1 orang KPM yg belim masuk bantuan tahap 2 & 3 nya).
Betapa bahagianya raut wajah mereka ketika menerima uang yang berjumlah 1juta rupiah. Wajah2 gembira penuh syukur itu terasa menenangkan hati. Betapa bahagianya bisa membuat orang lain bahagia. Doa2 sehat selalu, panjangumur dan lainnya terucap ikhlas dari mulu mereka.
Bahkan, seorang nenek2 yg memakai tongkat tak bisa berkata2 & hampor saja meneteskan air mata bahagia karena bisa menggenggam 10 lembar uang 100ribuan. Lama ia memeluk temannya yg membantu memasukkan uang kedalam tas kuning yg ia bawa. Betapa bahagianya ia menerima uang tersebut. Seorang nenek2 yg sudah memakai tongkat dan pastinya ia sudah lama mengenyam kehidupan ini menerima uang 1 juta dengan sangat gembira.
Terbersit didalam hati, apakah selama ini ia sangat jarang menerima uang dengan jumlah seperti itu atau kah ia memang belum pernah menerima uang dengan jumlah seperti itu.
Rasa syukur yg terlihat darinya membuat saya malu. Selama ini, saya yg sering menggunakan uang yang lebih banyak dari nominal yg ia terima tidak pernah berucap syukur seperti itu. Saya yang hanya bisa memakai uang sembarangan tanpa Pernah bersyukur kepadaMu.
Sangat lembut caraMu menegurku.
Dengan kejadian seperti ini, masihkah rasa syukur itu enggan untuk terucap? Masihkan ada rasa malas untuk bersujud kepadaMu?
Oh Allah, semoga Engkau ampuni kealpaanku selama ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar