Selasa, 20 September 2016

Masih, Menunggu yang Tertulis

Kesabaranku masih diuji. Kata-kata rayuanku dalam bisik malam masih belum terkabulkan. Sosok yang akan menggenapkan hidupku belum juga dikirim oleh_Nya. Ya, saat ini aku masih menunggu kiriman dari_Nya. paket lengkap (untuk dunia dan akhiratku) yang telah aku bisikkan kepada_Nya masih kunantikan. Sampai kapan? Entahlah. Aku juga belum bisa menemukan jawabannya.

Saat ini, aku masih dalam kesendirian, menunggu sosok yang telah tertulis lauh mahfuz datang memintaku kepada kedua orang tuaku. sosok yang akan menjadi halal bagiku setelah ijab kabul. sosok yang kepadanya surgaku akan berpindah. sosok yang akan membawaku kepada kebagiaan dunia dan akhirat.

Tak tanggung-tanggung. aku meminta paket lengkap dari_Nya. Bukan hanya seseorang yang unggul dalam kehidupan dunia, tetapi juga unggul dalam akhiratnya. seseorang yang bisa mengajarkanku cara mencinta Tuhan dan Nabiku. seorang baik yang akan mempertanggungjawabkanku tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

"Laki-laki yang baik untuk wanita yang baik. Begitu pun sebaliknya, Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik." 
Itulah janji Tuhanku. Aku percaya itu. Karena Allah tidak akan pernah mengingkari janji_Nya. Maka saat ini, aku pun sedang berusahan untuk memperbaiki diri. Tidak, bukan hanya karena ingin mendapatkan laki-laki baik itu saja. Tetapi aku juga ingin mendapatkan Ridho Tuhanku dan setidaknya membuatku lebih dekat dan lebih mengenal Tuhanku lagi. 

Allah. Aku mengharapkanMu untuk memilihkanku lelaki paket lengkap yang aku telah bisikkan kepada_Mu. karena Engkau yang menciptakan kami, maka aku percaya bahwa Engkau pasti tahu siapa lelaki paket lengkap itu.

Allah, aku mohon, diusiaku yang menuju 28 tahun ini, pertemukan aku dengannya. Bukakan jalan bagiku untuk bertemu dengannya dan ringankan langkakah kakinya untuk datang melamarku, menjadikanku ibu dari anak-anak yang akan menjadi pembela agama_Mu

Aku harus benar-benar memupuk kesabaran. karena keinginanku sosok yang memiliki paket lengkap, maka akupun harus memperbaiki diri menuju paket itu juga. 

Yang terbaik selalu muncul belakangan, Insyaallah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar