Sabtu, 17 September 2016

Nikmatnya Memakan Bangkai

Begitu anyir terasa, membangkitkan selera bagi setiap orang yang menikmatinya. Daging yang begitu empuk hingga ke tulang-tulangnya membuat orang tak perlu repot untuk mengunyah lebih lama sebelum ditelan. 

Tetapi itu hanya bangkai. iya, bangkai. kita terlalu asyik menikmati makanan yang ada dihadapan kita. mengunyah dan menelan setiap potongan yang telah tersaji. tetapi, kita lupa bahwa yang kita makan itu hanyalah bangkai. Bangkai saudara-saudara seiman kita.

Disaat kita terlalu sibuk  menjadi korektor bagi orang lain dan bahkan membuat kita menjadi lupa untuk mengoreksi diri sendiri, maka inilah yang terjadi. kita akan menjadi pemakan bangkai itu.

Mata yang selalu terbuka lebar untuk melihat setiap hasil yang diciptakan oleh seseorang. Entah hasil tersebut merupakan produk yang  berhasil atau pun produk gagal membuat kita lupa untuk melihat bagaimana behind the scane dalam pembuatan produk tersebut. Yang paling penting adalah HASIL. Jatuh bangun dan usaha mati-matian seseorang dalam membuat hasil tersebut menjadi sesuatu yang alpa dalam pandangan kita. 

Korektor yang sempurna bagi orang lain, itulah sifat yang sering menyertai kita.

Oke, produk yang berhasil dan membuat bangga, akan menjadi sesuatu yang akan dielu-elukan oleh setiap orang. segala macam pujian akan terlontarkan. walau pun mungkin akan ada segelintir orang atau sebut saja heters, akan selalu mencari setiap celah kesalan dari keberhasilan orang tersebut untuk bisa dicaci. para heters ini akan menjadi pemakan bangkai? tentu saja.

Lantas, bagaimana dengan produk yang gagal? produk yang berhasil saja masih memiliki heters, apalagi produk yang gagal. segala macam omongan tentang orang yang menciptakan produk ini akan tersebar luas. bagai angin yang berhembus kencang. berbagai omongan negatif dari mulut ke mulut. omongan yang dilebih-lebihkan. berbagai prasangka mulai tersebar. alhasil, orang-orang akan mulai menyantap bangkai dengan nikmatnya. 
Hanya orang-orang yang mengingat Tuhannya lah yang akan bisa mengendalikan diri dari menyantap bangki tersebut.

Selalu saja kita focus pada hasil yang tercipta. kenapa kita tidak bisa melihat bagaimana proses orang tersebut untuk mencipta? hasil yang jelek pun (dimata kita) merupakan hasil maksimal yang telah diusahakan oleh orang tersebut. segala kemampuan telah ia curahkan. pikiran, tenaga dan waktu telah ia luangkan. tetapi jika produk yang tercipta tidak sesuai dengan keinginan kita, apakah harus kita menyalahkan dan menebar isu yang negatif tentang orang tersebut?? mereka telah berusaha maksimal. tetapi hasil akhir hanya Allah lah yang menentukan.


"Kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga dan kamu menganggapnya sesuatu yang ringan saja. padahal disisi Allah adalah besar" (An Nur:15)

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa kamu mengetahui keadaannya yang menyebabkan kau menyesal atas perbuatanmu itu" (Al Hujarat:6)

Just remember for my self.... dua firman Allah ini cukup menjadi pengingat agar kita tidak ikut menebar sesuatu yang belum kita ketahui keadaannya. sehingga menyebabkan kita menjadi pemakan bangkai itu. 

lebih baik, tanya langsung kepada orang yang bersangkutan tentang ihwal yang terjadi atau tanyakan kepada ahlinya. jangan hanya mengikuti dugaan orang-orang yang tidak berpikir panjang.

jauhilah prasangka, karena prasangka itu adalah perkataan yang paling dusta (HR Bukhari Muslim)


kebenaran abadi ada pada fiman Allah dan sabda Nabi Muhammad. maka berpeganglah pada keduanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar