Rabu, 20 Desember 2017

Penghujung Tahun Ini

Beberapa hari lagi tahun 2017 berakhir. Alhamdulillah, sampai saat ini Alloh masih memberikan banyak sekali nikmat yg tidak bisa didekte satu persatu. Karna tidak akan pernah bisa terhitung jumlahnya.

Di tahun 2017 ini, banyak sekali hal baru yg saya telah lakukan.

Akhir januari januari sampai dengan februari, saya bisa merasakan tinggal di kota Yogyakarta. Walau pun kegiatan tidak full untuk liburan. Tetapi, Alloh telah memenuhi keinginan saya agar bisa ke kota ini (Yogyakarta merupakan salah satu kota yg ingin saya kunjungi 😊)


Kurang lebih sebulan setelah pulang dari Yogyakarta, alhamdulillah (nikmat yg sangat luar biasa dari Alloh) sy bisa melaksanakan ibadah umroh di bulan maret. Subhanalloh, salah satu keinginan terbesar dalam hidup ini adalah bisa melaksanakan haji & umroh, berziarah ke makam manusia paling mulia, ke Mekah dan Madinah akhirnya terwujud di tahun ini. Walau bukan haji, tapi ini adalah kado terindah dari Alloh untuk saya. Nikmat yg benar2 luar biasa. Semoga ini adalah bentuk kasih sayang Alloh kpd saya.

Alhamdulillah 'alaa kulli hal. Dulu sy bermimpi ingin ke yogya dan Alloh mengabulkannya. Pun dengan Umroh. Haji dan umroh berada dalam daftar yg harus bisa saya lakukan dan alhamdulillah, Alloh mengundang saya ke BaitNya, al haram.

Maka, nikmat tuhanmu yg manalagi yg engkau dustakan?

Bukan saja hal2 besar seperti itu yg pertama kali sy lakukan dalam hidup ini. Beberapa hal juga yg harusnya sudah anak SD lakukan tapi tidak pernah sy lakukan telah sy lakukan di thun ini. Seperti gerak jalan cepat. Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti kegiatan gerak jalan cepat. Koordinator kabupaten menuliskan nama saya di daftar anggota gerak jalan. Walau pun ragu, akhirnya saya lakukan juga. Dana tahun 2017 ini adalah pertama kalinya sy melakukan kegiatan getak jalan cepat πŸ˜‚

Selain itu, menjadi tim paduan suara juga merupakan kegiatan yg pertama kali sy jalani. Suara yg sumbang dan sangay tidak enak di dengar untuk bernyayi dimasukkan kedalam grup paduan suara untuk menyambit datangnya para pembesar program tempat saya bekerja. Ah,, panitia yg asal mencomot saja. Harusnya mereka memilih yg bersuara merdu. Tapi apa boleh buat. Saya pun ikut paduan suara. Toh juga nyanyi rame2, jadi suara sumbang dan fals tdk terdengarπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Selain hal2 baru tsb, alhamdulillah, Alloh masih memberikan nikmat kesehatan, kesempatan dan nikmat terbesarnya yaitu iman dan islam..

Alhamdulillah,
Maka nikmat manalagi yg kamu dustakan???.

Semoga semua ini merupakan bentuk kasih sayang Alloh sehingga membuat saya lebih bersyukur lagi.
Dan saya berlindung kepada Alloh dari semua azab dan siksaan.

Oh Alloh, meskipun Engkau belum mengizinkan saya untuk menjadi istri di tahun ini, semoga di tahun depan Engkau sudah memberi amanah kepada saya untuk mendapat gelar ini. Aamiin

Rabu, 06 September 2017

Kejadian sore ini menyadarkan tentang kealpaanku

Sebagai seorang peksos, berhubungan dengan masyarakat kurang mampu adalah kegiatan sehari2. Apalagi sebagai seorang pendamping PKH, bertemu dg KPM (keluarga penerima manfaat) adalah hal rutin yg dilakukan. Pertemuan kelompok bulanan, kunjungan ke rumah peserta atau pun dengan bertegur sapa karna tak sengaja bertemu di jalan.

Agustus tuntas. Yg telah direncanakan oleh kementrian untuk pembayaran bantuan non tunai bagi KPM tahap 1 sampai dengan tahap 3 di tahun ini.

Bagaimana bisa lanjut ke tahap 2 dan 3, tahap 1 saja belum bisa selesai sampai akhir agustus. Dikarenkan banyaknya persoalan yg belum dipenuhi sehingga KPM belum 100% bisa mengambil bantuannya. Contohnya saja bagi KPM yang menjadi TKI/TKW, ahli warisnya baru bisa menerima bantuan pada awal bulan september. Sedangkan bagi KPM yang meninggal dunia, sampai sekarang ahli warisnya belum bisa menerima bantuan karena belum ada keputusan bagaimana persyaratan yg harus dilengkapi oleh pendamping dan ahli waris.

Sore tadi, saya mendampingi KPM untuk melakukan pembayaran tahap 2 & 3. Dikarenakan para KPM sudah menerima butab & KKS, jadi mereka sudah bisa dengan lebih mudah untuk mengambil bantuan.
Dan dikarenakan bulan Agustus sudah terlewatkan, maka saya istilahkan sendiri dengan istilah September Tuntas. Sore tadi saya mendampingi KPM untuk pembayaran tahap 2 & 3, sehingga para KPM menerima bantuan sebanyak 1juta rupiah (dan ada beberapa KPM yg masih menerima 500rb karena hanya masuk tahap 2 dan bahkan ada 1 orang KPM yg belim masuk bantuan tahap 2 & 3  nya).

Betapa bahagianya raut wajah mereka ketika menerima uang yang berjumlah 1juta rupiah. Wajah2 gembira penuh syukur itu terasa menenangkan hati. Betapa bahagianya bisa membuat orang lain bahagia. Doa2 sehat selalu, panjangumur dan lainnya terucap ikhlas dari mulu mereka.

Bahkan, seorang nenek2 yg memakai tongkat tak bisa berkata2 & hampor saja meneteskan air mata bahagia karena bisa menggenggam 10 lembar uang 100ribuan. Lama ia memeluk temannya yg membantu memasukkan uang kedalam tas kuning yg ia bawa. Betapa bahagianya ia menerima uang tersebut. Seorang nenek2 yg sudah memakai tongkat dan pastinya ia sudah lama mengenyam kehidupan ini menerima uang 1 juta dengan sangat gembira.

 Terbersit didalam hati, apakah selama ini ia sangat jarang menerima uang dengan jumlah seperti itu atau kah ia memang belum pernah menerima uang dengan jumlah seperti itu.

Rasa syukur yg terlihat darinya membuat saya malu. Selama ini, saya yg sering menggunakan uang yang lebih banyak dari nominal yg ia terima tidak pernah berucap syukur seperti itu. Saya yang hanya bisa memakai uang sembarangan tanpa Pernah bersyukur kepadaMu.

Sangat lembut caraMu menegurku.
Dengan kejadian seperti ini, masihkah rasa syukur itu enggan untuk terucap? Masihkan ada rasa malas untuk bersujud kepadaMu?

Oh Allah, semoga Engkau ampuni kealpaanku selama ini.

Selasa, 03 Januari 2017

Nabi Adam As


Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Adam merupakan nabi dan rosul. Ia menjadi rosul untuk anak-anaknya.

Malaikat mengetahui bahwa Allah akan menciptakan khalifah di muka bumi. Allah akan menciptakan manusia dari tanah liat dan ketika sudah terbentuk sosoknya, dengan kekuasaanNya Allah akan meniupkan ruh kepadanya. Bersamaan dengan itu, malaikat diwajibkan untuk bersujud kepadanya (sujud kepada Adam adalah sujud pemuliaan bukan sujud pengabdian. Karena sujud pengabdian hanya untuk Allah).

Saat membuka mata, Adam melihat malaikat bersujud kepadanya, kecuali iblis. Ia mulai mengamati dengan seksama semua yang terjadi di sekitarnya. Beliau mulai merasakan cinta, takut dan heran. Beliau cinta kepada Allah yang telah menciptakan, memuliakan dan telah memerintahkan malaikat untuk bersujud kepadanya. Beliau takut atas murka Allah ketika iblis menolak perintahNya. Dan beliau heran kenapa iblis sangat membencinya padahal beliau tidak mengenalnya.

Iblis sangat membenci Adam karena ia berpendapat bahwa api lebih mulia daripada tanah, sehingga ia tidak mau menuruti perintah Allah untuk bersujud kepada Adam. Sehingga dari sinilah Adam mengetahui bahwa iblis adalah mahluk yang hina dan sombong.

Allah bisa saja menghanguskan iblis karena pembangkangannya. Namun, Allah telah memberikan kebebasan kepada mahlukNya secara mutlak. Bahkan dalam hal penolakan terhadap perintahNya. Kepada mahlukNya, Allah memberikan kebebasan untuk ingkar, berbuat maksiat dan menolak perintahNya. Sungguh, semua itu tidak akan mengurangi kemuliaan Allah meskipun semua mahluk kufur kepadaNya. Kekufuran yang dilakukan oleh mahluk akan mengurangi kemuliaan dirinya sendiri dan keimanan yang mereka jalankan akan menambah kemuliaan dirinya sendiri. Sedangkan bagi Allah semua itu tidak dibutuhkan sama sekali. Allah memberikan kebebasan kepada hambaNya yang dibebani kewajiban. Dari situ, Dia akan menganjar segala bentuk perbuatan hambaNya dengan adil.

Selain pelajaran kebebasan, Adam belajar dari Allah tentang ilmu pengetahuan. Adam mengetahui bahwa iblis adalah symbol kejahatan dan malaikat adalah symbol kebaikan. Allah telah memberikan rahasia keagungan yang berada dibalik symbol dan nama-nama kepada Adam. Allah telah menghujamkan cinta terhadap pengetahuan kepada Adam hingga tak terbatas waktu. Allah juga menanamkan keinginan di hati Adam untuk mewariskan ilmu-ilmu itu kepada anak keturunannya. Dan inilah yang menjadi rahasia dimuliakannya Adam.

Allah mengetahui bahwa Adam merasa kesepian, sehingga Dia menciptakan perempuan dari rusuk Adam ketika Adam sedang tidur. Saat terbangun, Adam menemukan perempuan disisinya yang kemudian diberi nama Hawa (karena diciptakan dari diri Adam dan Adam adalah mahluk yang hidup). Kemudian Adam dan Hawa tinggal di surge. Mereka hidup penuh dengan kebahagiaan sampai akhirnya iblis terus merayunya untuk memakan buah khuldi (Allah melarang Adam dan Hawa mendekati pohon ini) agar mereka abadi di surge. Karena impian Adam untuk terus bisa tinggal di surge, akhirnya ia pun tergoda oleh rayuan iblis. Ia mulai mendekati pohon tersebut dan memakan buahnya. Karena memakan buah tersebut, maka tampaklah aurat dari Adam dan Hawa lalu mereka mulai menutupinya dengan daun-daun. Maka durhakalah Adam sehingga mereka dihukum dengan dikeluarkan dari surge.  

Adam dan Hawa diturunkan ke bumi di tempat yang berbeda. Karena mereka mengetahui bahwa Allah maha pengampun dan maha pemurah, maka mereka pun terus menerus bertaubat. Dan akhirnya mereka dipertemukan kembali. Tinggallah mereka di bumi sebagai khalifah dan di bumi mereka mendapatkan anak-anak yang selalu kembar siam, laki-laki dan perempuan. Anak-anak Adam kemudian dinikahkan sehingga semakin banyaklah anak cucu Adam dan makin ramailah bumi. Dan Adam mengajak mereka untuk menyembah Allah.

 Sehingga Adam menjadi rosul untuk anak-anaknya.



*Jauh sebelumnya Allah sudah mengetahui bahwa Adam dan Hawa akan memakan buah khuldi dan turun ke bumi. Allah juga tahu bahwa setan sangat benci kepada Adam dan Hawa. Apa yang dialami oleh Adam dan Hawa di surge memang harus mereka jalani untuk membuka kehidupan mereka di dunia. Semua yang mereka alami di surge untuk mendidik mereka agar mengetahui bahwa jalan menuju surga hanya bisa dilalui dengan mentaati Allah.  Karena dari sebelum penciptaan adam, Allah telah berfirman ; “Aku akan menciptakan khalifah di muka bumi.” Bukan khalifah di surge. 

Jumat, 23 Desember 2016

PROPHET MUHAMMAD SAW


Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fahr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Madrakah bin Ilyas bin Mudhir bin Nazzar bin Ma’ad Adnan dilahirkan pada hari Senin, 12 Rabi’ul awwal pada tahun Gajah. Pada tanggal yang sama beliau di-Mi’rajkan ke langit, berhijrah dan wafat. Dan di hari senin juga beliau diangkat menjadi nabi, beliau wafat, berhijrah dari Mekah ke Madinah, tiba di Madinah, dan mengangkat hajar aswad untuk diletakkan pada tempatnya. Semua itu terjadi pada hari Senin.

Muhammad lahir dari seorang ibu bernama Aminah binti Wahab. Aminah mengandung Muhammad dengan kandungan yang sangat ringan. Dan saat beliau kluar dari perut ibunya dalam keadaan bersandar dengan kedua tangannya di atas bumisambil mengangkatkan kepala ke langit. Saat lahir beliau sudah menjadi yatim (Abdullah wafat di Madinah ketika beliau pergi berdagang ke negeri Syam dan disaat itu Aminah sedang hamil). Dan ketika beliau berumur enam tahun wafat lah sang bunda di Abwa saat perjalan pulang dari berziarah kepada paman-paman ayahnya suku ‘Adiy bin an-Najjar.

Prosesi kelahiran beliau terjadi di rumah Abu Thalib di tempat Syi’ib Bani Hasyim. Orang yang membantu proses kelahiran beliau yaitu Ummu Aiman Barakah Al Habasyiyyah, seorang budak perempuan milik ayahnya. Dan orang yang pertama kali menyusui beliau adalah Tsuwaibah, budak perempuan pamannya, Abu Lahab. Pada awal  pengasuhannya, Muhammad disusukan oleh Halimah binti Al Harits dari suku Sa’ad bin Bakar. Keluarga Halimah menjadi sejahtera setelah ia mengambil Muhammad untuk disusukan. Payudara Halimah penuh berisi susu sehingga ia dapat mengenyangkan Muhammad dan putranya. Begitu juga dengan unta miliknya. Unta tersebut menjadi kuat dan memiliki banyak susu. Dan pada saat paceklik, kambing-kambing milik Halimah pun selalu dalam keadaan kenyang dan memiliki banyak susu untuk diminum oleh keluarga Halimah. Muhammad pun tumbuh dewasa dalam asuhan Halimah. Beliau tumbuh sehari seperti tumbuh sebulan (pada anak biasanya).

 Pada saat dalam asuhan Halimah lah, terjadi proses pembelahan dada yang dilakukan oleh Malaikat Jibril. “Sesungguhnya Rosululloh didatangi oleh Malaikat Jibril ketika sedang bermain bersama anak-anak kecil. Dia pun mengambilnya dan membaringkannya, kemudian membelah dadanya dan mengeluarkan hatinya serta mengeluarkan segumpal darah. Jibril berkata, ‘ini adalah bagian setan dalam dirimu.’ Kemudin ia mencucinya dalam sebuah bejana yang terbuat dari emas dengan air zamzam. Kemudian dia mengumpulkannya dan mengembalikannya pada tempatnya”

Kemudian Muhammad di asuh oleh Ummu Aiman dan ditanggung oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Saat Muhammad berumur 8 tahun, wafat lah sang kakek. Kemudian Muhammad diasuh oleh pamannya, Abu Thalib. Saat dalam pengasuhan Abu Thalib inilah, Muhammad bekerja sebagai pengembala kambing. Beliau bermaksud hendak membantu perekonomian keluarga karena pamannya memiliki banyak anak. Hikmah dibalik pengilhaman para nabi dengan pengembalaan kambing sebelum menjadi nabi adalah agar mereka terlatih dengan pengembalaan tersebut. Selanjutnya, mereka akan terbiasa atas apa yang akan dibebankan kepada mereka yaitu urusan umat.

Cirri kenabian pada diri Muhammad juga diketahui oleh seorang pendeta Bahira yaitu, saat berjalan Muhammad selalu dinaungi oleh awan, pohon dan batu menunduk untuk bersujud, beliau juga dinaungi oleh pohon ketika hendak duduk. Cirri kenabian ini juga diketahui oleh seorang rahib ketika Muhammad pergi ke negeri Syam sebagai utusan Khadijah untuk berdagang. ketika itu Rahib bertanya kepada Maisarah (pegawai Khadijah) tentang laki-laki yang duduk dibawah pohon, setelah itu rahib tersebut berkata “tidaklah berteduh dibawah pohon ini kecuali dia adalah seorang nabi.”

Maisarah melaporkan perkataan rahib tersebut kepada Khadijah dan ia juga melaporkan tentang kejadian-kejadian aneh (selalu dinaungi oleh awan dan pohon) saat melakukan perjalanan dagang bersama Muhammad. Dan setelah pulang dari perjalanan dagang tersebut, Khadijah pun melamar Rosullulah. Khadijah adalah saudagar perempuan terkaya di kota Mekah, ia bermartabat tinggi dan  memiliki nasab yang mulia. Khadijah adalah wanita termulia penduduk surga dan termulia sealam raya. Khadijah juga merupakan satu-satunya wanita yang mendapat salam dari Allah dan malaikat Jibril.

Khadijah merupakan istri pertama nabi dan merupakan istri satu-satunya. Pada saat beristrikan Khadijah, nabi tidak pernah menikahi perempuan lain. Dan hanya dari Khadijah lah nabi mendapat keturunan (dan Mariyah al Qitbiyah, tetapi hanya 1 putra yang bernama Ibrahim dan meninggal pada usia 17 atau 18 bulan).

Wahyu diturunkan kepada Muhammad pada saat beliau berumur 40 tahun, 13 tahun di Mekah dan 10 tahun di Madinah. Dan beliau wafat ketika berumur 63 tahun. Wahyu pertama turun di gua Hira. Datanglah malaikat kepadanya dan berkata “Bacalah!” beliau menjawab “Aku tidak bisa membaca.” Nabi berkata, “Dia pun meraih dan mendekapku sampai aku sesak, kemudian melepaskanku.” Jibril berkata, “Bacalah!” aku menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Dia pun meraih dan mendekapku untuk kedua kalinya sampai aku terasa sesak kemudian melepaskanku. Dia berkata “Bacalah!” aku menjawab, “Aku tidak dapat membaca” dia pun meraih dan mendekapku untuk ketiga kalinya kemudian melepaskanku. Dia berkata, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha mulia (QS Al Alaq : 1-3)

Akhirnya, pulanglah Rosululloh bersama ayat tersebut dengan hati berdebar. Beliau masuk ke kamar dan berkata kepada Khadijah “selimuti aku!” kemudian Khadijah pun menyelimutinya hingga rasa takut hilang dari beliau. Kemudian beliau pun menceritakan kejadian yang dialaminya kepada Khadijah.

Fase dakwah dalam kehidupan nabi dilakukan secara diam-diam (selama 3 tahun), kemudian terang-terangan dan hanya dengan lisan (berlangsung sampai hijrah), kemudian terang-terangan disertai dengan peperangan dengan orang yang memulai peperangan (berlangsung hingga perjanjian Hudaibiyah), kemudian terang-terangan disertai dengan peperangan melawan setiap orang yang menghalangi dakwah atau tidak mau masuk islam.

Abu Bakar adalah orang yang pertama kali masuk islam dari kalangan dewasa, Ali bin Abi Thalib dari kalangan anak-anak, Khadijah dari kalangan wanita dan Zaid bin Harisah dari kalangan budak.

Sabtu, 26 November 2016

A man. Dia yang tersimpan



Aku kembali pada kebiasaan lama. Menaruh sebuah nama di dalam hati ini. Seseorang yang cerdas dan tampan menurutku. Mungkin ini bukan rasa suka, tetapi hanya ku kagumi. Apa pun itu, nama itu telah berhasil menempati salah satu ruang di hati ini.

Ini bukan kali pertama aku menyukai seseorang. Eh, bukan suka yang sebenarnya. Mungkin kagum lebih tepatnya. Seseorang itu akan aku simpan dengan rapi dalam hati ini. Biasanya, seseorang yang aku simpan itu adalah seseorang yang cerdas.

Aku seorang yang introvert. Apa yang aku rasakan tidak harus kuceritakan kepada teman atau sahabat. Keluarga apalagi. aku lebih suka menjadi pendengar. “Kamu bak sampah yang baik.” Kata seorang teman kepadaku. Karena tak pernah kubocorkan cerita teman-teman yang pernah curhat kepadaku.

A man. Dia adalah salah satu rekan kerjaku. Kami bekerja di bidang yang sama. Hanya berbeda kantor. Sesekali, kami akan bertemu. Dari pertemuan berulang kali inilah aku mulai mengagumi sosok a man itu.

A man. Sengaja ku simpan tanpa seorang pun yang mengetahuinya karena aku cukup mengenal diriku sendiri. Aku seorang yang mudah menyukai seseorang, jika  a man itu tahu bahwa aku menyukainya, maka aka nada 2 kemungkinan. Dia akan membalas rasaku atau dia akan menolaknya. Kedua kemungkinan itu tidak sanggup ku terima. Jika dia membalas rasaku, maka aku akan bergantung kepadanya. Aku tidak menyukai diriku bergantung kepada orang lain yang belum tentu akan menjadi milikku seutuhnya. Jika dia menolakku, tentu aku akan sangat malu.

Ah.. dilema tingkat tinggi.

Setiap hari bayangan a man itu hadir. Ia bagai hantu yang terus hadir menghiasi pikiranku. Hari berganti hari. Bayangan itu tak kunjung pergi. “Tak apa. Saat aku mulai bosan, bayangan itu pasti akan pergi juga.” Pikirku. Dan kenyataannya tidak seperti itu. Hari berganti minggu. Minggu berganti bulan. Bulan terus berganti, tetapi banyangan itu terus saja hadir.

***

Karena aku lebih memilih untuk menyukaimu dalam diamku

Aku telah memutuskan untuk menyukaimu dalam diamku. Karena rasa ini tak kunjung pergi, maka aku akan menikmatinya dalam diam.

Aku mulai menikmati rasa ini. Ketika bertemu dengannya dan ia menegurku dengan sangat baik akan menjadi nilai plus bagiku. Perasaanku sangat senang tentunya.

Tetapi caranya sering berubah. Terkadang ia sangat baik kepadaku. terkadang ia mengabaikanku. Tak mau menegurku sama sekali. Walau pun aku menyapanya berulang kali, tetapi aku akan diabaikannya.



(HANYA KERANGKA CERITA)

Kamis, 24 November 2016

KARENA YANG MAHAL ITU ADALAH KEPERCAYAAN


Alasan. Hanya sebuah kalimat pembelaan untuk menyembunyikan maksud yang sebenarnya. Alasan menjadi sebuah kalimat penolong untuk menghindar dari kelemahan, ketidakbisaan, atau mungkin kesalahan. Alasan, hanya sesendok kebenaran dengan secangkir kebohongan.

Foya-foya dan menghabiskan uang adalah menjadi kebiasaanmu kala itu. Biaya SPP, uang saku, beli baju sepak bola, baju basket, bola, raket, sepatu, baju renang dan segala tetek bengek peralatan olah raga lainnya adalah sedikit alasan yang pernah kau lontarkan untuk meminta uang saat itu. Tentu saja orangtuamu percaya dengan semua yang kau sebutkan itu. Mereka berusaha, bekerja keras bahkan meminta pinjaman untuk memenuhi segala kebutuhanmu.  Karena yang mereka tahu, bahwa kau keluar rumah dan menjadi anak kos dengan maksud untuk mencari ilmu. Menjadi mahasiswa fakultas olah raga.

Tapi kenyataannya? Kurang dari setengah perjalanan, kau berhenti kuliah. Dan akhirnya kami tahu, bahwa kau juga sangat malas untuk ke kampus. Semua peralatan yang kau sebutkan untuk dibeli, tak pernah ada. Tak ada sehelai baju olah raga atau sepasang sepatu olah raga kau miliki. Apa mau dikata? Segala cara telah ditempuh. Tetapi kau tak juga mau berubah. Tak mau kuliah lagi.

Pernah juga waktu itu, kau pergi membawa laptop adikmu. Lama, laptop itu tak pernah kau bawa pulang. Padahal kau tahu, adikmu juga membutuhkan laptop itu untuk tugas-tugas di sekolahnya. Ternyata, laptop itu kau gadaikan. Untuk apa kau melakukannya? Lantas, kemana uang hasil gadainya? Entahlah. Mungkin uang itu kau gunakan untuk foya-foya dan mabuk-mabukan dengan teman-temanmu. Ah.. remaja dengan pergaulan bebas. Tak punya masa depan. Tak punya mimpi. Tak punya tujuan. Tak punya pengangan.

Kau remaja tak punya akal. Tidak berhenti sampai disitu saja kelakuan burukmu. Diam-diam, ATM adikmu pun kau embat. Semua tabungan habis. Untuk apa?? Judi online? Mungkin itu yang kau sedang geluti. Karena kau remaja gila. Tak punya akal sehat. Padahal kau tahu, tabungan itu sengaja disiapkan oleh adikmu untuk biaya kuliah. Tabungan itu dibuatnya saat masih kelas 11. Dan sekarang, hanya tinggal hitungan hari, ia akan mulai memasuki jenjang universitas.

Pura-pura tobat. Kau bekerja menjadi karyawan sebuah toko baju. Kemana gajimu? Kau gunakan untuk apa? Yang ada, setiap minggu kau meminta uang untuk segera di transfer. iya, segera. Dengan berbagai alasan tentunya. Aku percaya, karena aku berfikir positif. Aku mempercayai bahwa pada akhirnya kau akan berubah. Menjadi sosok remaja yang baik dan meninggalkan kebiasaan burukmu.

Kau meminta uang. Tanpa menunggu lama aku akan mentransfernya. Itu semua karena aku percaya. Nasihat demi nasihat tak lupa pula kuberikan. Tak pernah kau berkata tidak atau pun menolaknya. Bahkan, kau juga yang berkata lebih baik dari nasihat itu. Tapi kenyataannya? Kau masih sama. Tak berubah sedikit pun. Munafik. Apa yang kau katakan tak sesuai dengan kelakuanmu.

Remaja tak punya otak.

Dan kini, kau pergi membawa motor. Pergi seminggu tanpa kabar. Dan kau pulang tanpa motor itu. Digadai. Dengan alasan ingin untuk biaya kos dan akan mulai bekerja bulan depan. Apa aku akan percaya?? Rasanya sangat sulit. Setelah sekian banyak kebohongan yang kau ciptakan dengan mulutmu.


Sekarang, silahkan pikirkan sendiri masalahmu. Aku tak mau lagi ikut campur. Karena akan membuat dada ini sesak memikirkannya. Bukan karena tak peduli. Hanya saja untuk menjaga hati. 

Jumat, 18 November 2016

MERANGKAI KEBERSAMAAN (Part 2)



Hari yang cerah dan berawan. Selong Belanaaaakkkk…….!!!  We are coming!

Pantai Selong Belanak, kabupaten Lombok Tengah akan menjadi tujuan wisata kami kali ini. Pantai yang terletak di sebelah barat pantai Kuta ini memiliki pasir yang berwarna putih. Air laut berwarna hijau dan biru dengan deburan ombak yang tidak terlalu keras bisa menjadi tujuan wisata pantai bagi yang ingin membawa anak kecil. Karena ombak yang tidak besar, Pantai ini juga dijadikan tempat untuk belajar bermain surfing bagi para bule yang berwisata ke Lombok.

Selalu telat. Hahay…. Kebiasaan yang sering dibiasakan. Jadwal pemberangkatan yang disepakati paling telat jam 9 ternyata molor juga. Tapi tak mengapa. Yang penting berangkat dan sampai tujuan dengan selamat.

Perjalanan yang panjang dan jauh. Karena ini pertama kalinya kami satu tim berlibur ke pantai tengah (biasanya kami memilih lokasi di Kabupaten sendiri. Bahkan sebelumnya, liburan terakhir kami bersama, di pilih lokasi di Kecamatan Sendiri. Wisata air Pancor Kopong).

Karena panjangnya jarak yang akan di tempuh, maka kami 16 orang (satu orang tidak bisa ikut) memilih menggunakan mobil. Berangkat dengan 2 mobil. 1 mobil untuk mas ikhwan dan 1 mobil untuk mbak akhwat. Mobil mbak akhwat berisi 6 penumpang akhwat dewasa, 2 orang apras dan satu orang calon bayi.  Sisanya berada di mobil mas ikhwan. Keseruan di mobil mbak akhwat tidak kalah disbanding keseruan di mobil mas ikhwan (kemungkinan sih..hehe)

“Pergi sama ibu2 itu ribet. Banyak berhentinya.” Kata sopir di mobil mbak akhwat (FYI, sopir di mobil mbak akhwat adalah koorcam tim kami). Perkataan yang memiliki sedikit alasan. Iya, hanya sedikit saja. Karena kami meminta berhenti hanya 2 kali. Satu kali berhenti untuk membeli makanan titipan salah seorang mas ikhwan dan sekali lagi meminta berhenti karena mbak akhwat kebelet pipis. Oiya, sampai setengah perjalanan, salah satu mbak akhwat juga mengalami mbok darat. Beruntung tidak sampai muntah di dalam mobil. Minyak Malaleuca Leucadendron menjadi minyak penolong baginya.

Tidak menemukan masjid terdekat untuk membuang cairan sisa dari dalam tubuh, maka kami berhenti di salah satu mart untuk menumpang toilet. Sekalian membeli air mineral gelas. Berhenti di mini market dan membeli beberapa minuman dingin untuk membasahi kerongkongan yang sudah mulai dahaga. Plus, beberapa orang lainnya juga membeli makanan ringan. Termasuk mbak akhwat yang mabok darat.

Setelah berhenti sebentar di mini market, kami pun melanjutkan perjalanan. And do you know what happened? Mbak akhwat yang tadinya mabok perjalanan pulih kembali setelah makan snack yang tadi dibelinya. Ternyata dia pusing dan mual karena lapar. Bukan mabok darat. Huaaa…. Jadi maksud loe apa???

Akhirnya, kami pun sampai tujuan setelah mendaki gunung lewati lembah (eh salah). Kemudian Mencari posisi yang nyaman dan mulai membuka perbekalan. Karena Jalan yang panjang dan berliku (lebay) membuat  cacing2 di perut membuat mini konser music keroncong .  Selesai makan dan solat zuhur, game pun akan segera dimainkan.

Game pertama, tikus dan kucing. Game yang mengasah konsentrasi pemain. Masing-masing pemain membawa satu sandal yang akan digunakan untuk bermain. Pemain membuat lingkaran besar dan instructor berada di tengah para pemain. Instructor akan membacakan narasi dan ketika ada kata “tikus” maka sandal yang dipegang oleh para pemain akan di over ke kanan dan jika ada  kata “kucing” maka sandal akan di over ke sebelah kiri. Pemain yang salah akan diceburkan ke pantai.

Pada game kedua, para pemain tidak menggunakan sandal lagi. ketika instructor membacakan narasi dan terdapat kata “Tono” maka pemain akan maju selangkah dan ketika ada kata “Tini” maka pemain akan mundur selangkah. Dan hukuman bagi para pemain yang salah pun adalah menceburkan diri ke laut.  Game pertama dan kedua mengasah konsentrasi para pemain.

Terik panas matahari tak menghalangi keseruan kami bermain. Gelak tawa kami menarik perhatian 2 orang bule yang lewat di depan kami saat itu. Mereka sempat berhenti tak jauh dari kami dan ikut tertawa. Mungkin mereka ingin untuk ikut bergabung dalam permainan kami, tapi maaf. Ini adalah liburan untuk merangkai kebersaam kami.

Game yang ketiga, sudah tidak mengasah konsentrasi lagi. ini adalah permainan kerja tim. 6 orang dalam satu tim akan memindahkan air mineral gelas yang terletak di tengah-tengah tali. Tali akan ditarik oleh para pemain untuk mengangkat dan memindahkan air mineral ke dalam kotak lain yang disediakan.
Tiga jenis permainan. Tinggal satu permainan lagi yang dicetuskan oleh sang korcam. Kemungkinan permainan ini adalah permainan syar’I (hehe…). Tetapi permainan ini tidak jadi dilakukan karena beberapa pemain sudah asyik berenang.

Sisanya, Mari segera menceburkan diri ke laut. Menikmati segarnya air laut. Tak lupa berfoto untuk mengabadikan moment hari ini.

Thanks Allah untuk semua nikmat_Mu. Indahnya tempat ini merupakan salah satu Maha karya ciptaan_Mu.  Terima kasih untuk teman-teman baik yang telah Engkau kirimkan. Semoga kami akan selalu kompak dan semoga kebersaan kami tidak sampai disini.

Alhamdulillah….

Terimas kasih temans..


Thanks for this day at Selong Belanak J