Beberapa hari lagi tahun 2017 berakhir. Alhamdulillah, sampai saat ini Alloh masih memberikan banyak sekali nikmat yg tidak bisa didekte satu persatu. Karna tidak akan pernah bisa terhitung jumlahnya.
Di tahun 2017 ini, banyak sekali hal baru yg saya telah lakukan.
Akhir januari januari sampai dengan februari, saya bisa merasakan tinggal di kota Yogyakarta. Walau pun kegiatan tidak full untuk liburan. Tetapi, Alloh telah memenuhi keinginan saya agar bisa ke kota ini (Yogyakarta merupakan salah satu kota yg ingin saya kunjungi π)
Kurang lebih sebulan setelah pulang dari Yogyakarta, alhamdulillah (nikmat yg sangat luar biasa dari Alloh) sy bisa melaksanakan ibadah umroh di bulan maret. Subhanalloh, salah satu keinginan terbesar dalam hidup ini adalah bisa melaksanakan haji & umroh, berziarah ke makam manusia paling mulia, ke Mekah dan Madinah akhirnya terwujud di tahun ini. Walau bukan haji, tapi ini adalah kado terindah dari Alloh untuk saya. Nikmat yg benar2 luar biasa. Semoga ini adalah bentuk kasih sayang Alloh kpd saya.
Alhamdulillah 'alaa kulli hal. Dulu sy bermimpi ingin ke yogya dan Alloh mengabulkannya. Pun dengan Umroh. Haji dan umroh berada dalam daftar yg harus bisa saya lakukan dan alhamdulillah, Alloh mengundang saya ke BaitNya, al haram.
Maka, nikmat tuhanmu yg manalagi yg engkau dustakan?
Bukan saja hal2 besar seperti itu yg pertama kali sy lakukan dalam hidup ini. Beberapa hal juga yg harusnya sudah anak SD lakukan tapi tidak pernah sy lakukan telah sy lakukan di thun ini. Seperti gerak jalan cepat. Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti kegiatan gerak jalan cepat. Koordinator kabupaten menuliskan nama saya di daftar anggota gerak jalan. Walau pun ragu, akhirnya saya lakukan juga. Dana tahun 2017 ini adalah pertama kalinya sy melakukan kegiatan getak jalan cepat π
Selain itu, menjadi tim paduan suara juga merupakan kegiatan yg pertama kali sy jalani. Suara yg sumbang dan sangay tidak enak di dengar untuk bernyayi dimasukkan kedalam grup paduan suara untuk menyambit datangnya para pembesar program tempat saya bekerja. Ah,, panitia yg asal mencomot saja. Harusnya mereka memilih yg bersuara merdu. Tapi apa boleh buat. Saya pun ikut paduan suara. Toh juga nyanyi rame2, jadi suara sumbang dan fals tdk terdengarπππ
Selain hal2 baru tsb, alhamdulillah, Alloh masih memberikan nikmat kesehatan, kesempatan dan nikmat terbesarnya yaitu iman dan islam..
Alhamdulillah,
Maka nikmat manalagi yg kamu dustakan???.
Semoga semua ini merupakan bentuk kasih sayang Alloh sehingga membuat saya lebih bersyukur lagi.
Dan saya berlindung kepada Alloh dari semua azab dan siksaan.
Oh Alloh, meskipun Engkau belum mengizinkan saya untuk menjadi istri di tahun ini, semoga di tahun depan Engkau sudah memberi amanah kepada saya untuk mendapat gelar ini. Aamiin
Lejitkan Mimpimu
Dan bersandar hanya kepada yang Maha
Rabu, 20 Desember 2017
Rabu, 06 September 2017
Kejadian sore ini menyadarkan tentang kealpaanku
Sebagai seorang peksos, berhubungan dengan masyarakat kurang mampu adalah kegiatan sehari2. Apalagi sebagai seorang pendamping PKH, bertemu dg KPM (keluarga penerima manfaat) adalah hal rutin yg dilakukan. Pertemuan kelompok bulanan, kunjungan ke rumah peserta atau pun dengan bertegur sapa karna tak sengaja bertemu di jalan.
Agustus tuntas. Yg telah direncanakan oleh kementrian untuk pembayaran bantuan non tunai bagi KPM tahap 1 sampai dengan tahap 3 di tahun ini.
Bagaimana bisa lanjut ke tahap 2 dan 3, tahap 1 saja belum bisa selesai sampai akhir agustus. Dikarenkan banyaknya persoalan yg belum dipenuhi sehingga KPM belum 100% bisa mengambil bantuannya. Contohnya saja bagi KPM yang menjadi TKI/TKW, ahli warisnya baru bisa menerima bantuan pada awal bulan september. Sedangkan bagi KPM yang meninggal dunia, sampai sekarang ahli warisnya belum bisa menerima bantuan karena belum ada keputusan bagaimana persyaratan yg harus dilengkapi oleh pendamping dan ahli waris.
Sore tadi, saya mendampingi KPM untuk melakukan pembayaran tahap 2 & 3. Dikarenakan para KPM sudah menerima butab & KKS, jadi mereka sudah bisa dengan lebih mudah untuk mengambil bantuan.
Dan dikarenakan bulan Agustus sudah terlewatkan, maka saya istilahkan sendiri dengan istilah September Tuntas. Sore tadi saya mendampingi KPM untuk pembayaran tahap 2 & 3, sehingga para KPM menerima bantuan sebanyak 1juta rupiah (dan ada beberapa KPM yg masih menerima 500rb karena hanya masuk tahap 2 dan bahkan ada 1 orang KPM yg belim masuk bantuan tahap 2 & 3 nya).
Betapa bahagianya raut wajah mereka ketika menerima uang yang berjumlah 1juta rupiah. Wajah2 gembira penuh syukur itu terasa menenangkan hati. Betapa bahagianya bisa membuat orang lain bahagia. Doa2 sehat selalu, panjangumur dan lainnya terucap ikhlas dari mulu mereka.
Bahkan, seorang nenek2 yg memakai tongkat tak bisa berkata2 & hampor saja meneteskan air mata bahagia karena bisa menggenggam 10 lembar uang 100ribuan. Lama ia memeluk temannya yg membantu memasukkan uang kedalam tas kuning yg ia bawa. Betapa bahagianya ia menerima uang tersebut. Seorang nenek2 yg sudah memakai tongkat dan pastinya ia sudah lama mengenyam kehidupan ini menerima uang 1 juta dengan sangat gembira.
Terbersit didalam hati, apakah selama ini ia sangat jarang menerima uang dengan jumlah seperti itu atau kah ia memang belum pernah menerima uang dengan jumlah seperti itu.
Rasa syukur yg terlihat darinya membuat saya malu. Selama ini, saya yg sering menggunakan uang yang lebih banyak dari nominal yg ia terima tidak pernah berucap syukur seperti itu. Saya yang hanya bisa memakai uang sembarangan tanpa Pernah bersyukur kepadaMu.
Sangat lembut caraMu menegurku.
Dengan kejadian seperti ini, masihkah rasa syukur itu enggan untuk terucap? Masihkan ada rasa malas untuk bersujud kepadaMu?
Oh Allah, semoga Engkau ampuni kealpaanku selama ini.
Agustus tuntas. Yg telah direncanakan oleh kementrian untuk pembayaran bantuan non tunai bagi KPM tahap 1 sampai dengan tahap 3 di tahun ini.
Bagaimana bisa lanjut ke tahap 2 dan 3, tahap 1 saja belum bisa selesai sampai akhir agustus. Dikarenkan banyaknya persoalan yg belum dipenuhi sehingga KPM belum 100% bisa mengambil bantuannya. Contohnya saja bagi KPM yang menjadi TKI/TKW, ahli warisnya baru bisa menerima bantuan pada awal bulan september. Sedangkan bagi KPM yang meninggal dunia, sampai sekarang ahli warisnya belum bisa menerima bantuan karena belum ada keputusan bagaimana persyaratan yg harus dilengkapi oleh pendamping dan ahli waris.
Sore tadi, saya mendampingi KPM untuk melakukan pembayaran tahap 2 & 3. Dikarenakan para KPM sudah menerima butab & KKS, jadi mereka sudah bisa dengan lebih mudah untuk mengambil bantuan.
Dan dikarenakan bulan Agustus sudah terlewatkan, maka saya istilahkan sendiri dengan istilah September Tuntas. Sore tadi saya mendampingi KPM untuk pembayaran tahap 2 & 3, sehingga para KPM menerima bantuan sebanyak 1juta rupiah (dan ada beberapa KPM yg masih menerima 500rb karena hanya masuk tahap 2 dan bahkan ada 1 orang KPM yg belim masuk bantuan tahap 2 & 3 nya).
Betapa bahagianya raut wajah mereka ketika menerima uang yang berjumlah 1juta rupiah. Wajah2 gembira penuh syukur itu terasa menenangkan hati. Betapa bahagianya bisa membuat orang lain bahagia. Doa2 sehat selalu, panjangumur dan lainnya terucap ikhlas dari mulu mereka.
Bahkan, seorang nenek2 yg memakai tongkat tak bisa berkata2 & hampor saja meneteskan air mata bahagia karena bisa menggenggam 10 lembar uang 100ribuan. Lama ia memeluk temannya yg membantu memasukkan uang kedalam tas kuning yg ia bawa. Betapa bahagianya ia menerima uang tersebut. Seorang nenek2 yg sudah memakai tongkat dan pastinya ia sudah lama mengenyam kehidupan ini menerima uang 1 juta dengan sangat gembira.
Terbersit didalam hati, apakah selama ini ia sangat jarang menerima uang dengan jumlah seperti itu atau kah ia memang belum pernah menerima uang dengan jumlah seperti itu.
Rasa syukur yg terlihat darinya membuat saya malu. Selama ini, saya yg sering menggunakan uang yang lebih banyak dari nominal yg ia terima tidak pernah berucap syukur seperti itu. Saya yang hanya bisa memakai uang sembarangan tanpa Pernah bersyukur kepadaMu.
Sangat lembut caraMu menegurku.
Dengan kejadian seperti ini, masihkah rasa syukur itu enggan untuk terucap? Masihkan ada rasa malas untuk bersujud kepadaMu?
Oh Allah, semoga Engkau ampuni kealpaanku selama ini.
Selasa, 03 Januari 2017
Nabi Adam As
Adam adalah
manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Adam merupakan nabi dan rosul.
Ia menjadi rosul untuk anak-anaknya.
Malaikat
mengetahui bahwa Allah akan menciptakan khalifah di muka bumi. Allah akan
menciptakan manusia dari tanah liat dan ketika sudah terbentuk sosoknya, dengan
kekuasaanNya Allah akan meniupkan ruh kepadanya. Bersamaan dengan itu, malaikat
diwajibkan untuk bersujud kepadanya (sujud kepada Adam adalah sujud pemuliaan
bukan sujud pengabdian. Karena sujud pengabdian hanya untuk Allah).
Saat membuka
mata, Adam melihat malaikat bersujud kepadanya, kecuali iblis. Ia mulai
mengamati dengan seksama semua yang terjadi di sekitarnya. Beliau mulai
merasakan cinta, takut dan heran. Beliau cinta kepada Allah yang telah menciptakan,
memuliakan dan telah memerintahkan malaikat untuk bersujud kepadanya. Beliau
takut atas murka Allah ketika iblis menolak perintahNya. Dan beliau heran
kenapa iblis sangat membencinya padahal beliau tidak mengenalnya.
Iblis sangat
membenci Adam karena ia berpendapat bahwa api lebih mulia daripada tanah,
sehingga ia tidak mau menuruti perintah Allah untuk bersujud kepada Adam. Sehingga
dari sinilah Adam mengetahui bahwa iblis adalah mahluk yang hina dan sombong.
Allah bisa saja
menghanguskan iblis karena pembangkangannya. Namun, Allah telah memberikan
kebebasan kepada mahlukNya secara mutlak. Bahkan dalam hal penolakan terhadap
perintahNya. Kepada mahlukNya, Allah memberikan kebebasan untuk ingkar, berbuat
maksiat dan menolak perintahNya. Sungguh, semua itu tidak akan mengurangi
kemuliaan Allah meskipun semua mahluk kufur kepadaNya. Kekufuran yang dilakukan
oleh mahluk akan mengurangi kemuliaan dirinya sendiri dan keimanan yang mereka
jalankan akan menambah kemuliaan dirinya sendiri. Sedangkan bagi Allah semua
itu tidak dibutuhkan sama sekali. Allah memberikan kebebasan kepada hambaNya
yang dibebani kewajiban. Dari situ, Dia akan menganjar segala bentuk perbuatan
hambaNya dengan adil.
Selain pelajaran
kebebasan, Adam belajar dari Allah tentang ilmu pengetahuan. Adam mengetahui
bahwa iblis adalah symbol kejahatan dan malaikat adalah symbol kebaikan. Allah
telah memberikan rahasia keagungan yang berada dibalik symbol dan nama-nama
kepada Adam. Allah telah menghujamkan cinta terhadap pengetahuan kepada Adam
hingga tak terbatas waktu. Allah juga menanamkan keinginan di hati Adam untuk
mewariskan ilmu-ilmu itu kepada anak keturunannya. Dan inilah yang menjadi
rahasia dimuliakannya Adam.
Allah mengetahui
bahwa Adam merasa kesepian, sehingga Dia menciptakan perempuan dari rusuk Adam
ketika Adam sedang tidur. Saat terbangun, Adam menemukan perempuan disisinya
yang kemudian diberi nama Hawa (karena diciptakan dari diri Adam dan Adam
adalah mahluk yang hidup). Kemudian Adam dan Hawa tinggal di surge. Mereka hidup
penuh dengan kebahagiaan sampai akhirnya iblis terus merayunya untuk memakan
buah khuldi (Allah melarang Adam dan Hawa mendekati pohon ini) agar mereka
abadi di surge. Karena impian Adam untuk terus bisa tinggal di surge, akhirnya
ia pun tergoda oleh rayuan iblis. Ia mulai mendekati pohon tersebut dan memakan
buahnya. Karena memakan buah tersebut, maka tampaklah aurat dari Adam dan Hawa
lalu mereka mulai menutupinya dengan daun-daun. Maka durhakalah Adam sehingga
mereka dihukum dengan dikeluarkan dari surge.
Adam dan Hawa
diturunkan ke bumi di tempat yang berbeda. Karena mereka mengetahui bahwa Allah
maha pengampun dan maha pemurah, maka mereka pun terus menerus bertaubat. Dan akhirnya
mereka dipertemukan kembali. Tinggallah mereka di bumi sebagai khalifah dan di
bumi mereka mendapatkan anak-anak yang selalu kembar siam, laki-laki dan
perempuan. Anak-anak Adam kemudian dinikahkan sehingga semakin banyaklah anak
cucu Adam dan makin ramailah bumi. Dan Adam mengajak mereka untuk menyembah
Allah.
Sehingga Adam menjadi rosul untuk
anak-anaknya.
*Jauh
sebelumnya Allah sudah mengetahui bahwa Adam dan Hawa akan memakan buah khuldi
dan turun ke bumi. Allah juga tahu bahwa setan sangat benci kepada Adam dan
Hawa. Apa yang dialami oleh Adam dan Hawa di surge memang harus mereka jalani
untuk membuka kehidupan mereka di dunia. Semua yang mereka alami di surge untuk
mendidik mereka agar mengetahui bahwa jalan menuju surga hanya bisa dilalui
dengan mentaati Allah. Karena dari
sebelum penciptaan adam, Allah telah berfirman ; “Aku akan menciptakan khalifah
di muka bumi.” Bukan khalifah di surge.
Jumat, 23 Desember 2016
PROPHET MUHAMMAD SAW
Muhammad bin Abdullah bin Abdul
Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab
bin Lu’ay bin Ghalib bin Fahr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah
bin Madrakah bin Ilyas bin Mudhir bin Nazzar bin Ma’ad Adnan dilahirkan pada
hari Senin, 12 Rabi’ul awwal pada tahun Gajah. Pada tanggal yang sama beliau
di-Mi’rajkan ke langit, berhijrah dan wafat. Dan di hari senin juga beliau
diangkat menjadi nabi, beliau wafat, berhijrah dari Mekah ke Madinah, tiba di
Madinah, dan mengangkat hajar aswad untuk diletakkan pada tempatnya. Semua itu
terjadi pada hari Senin.
Muhammad lahir dari seorang ibu
bernama Aminah binti Wahab. Aminah mengandung Muhammad dengan kandungan yang
sangat ringan. Dan saat beliau kluar dari perut ibunya dalam keadaan bersandar
dengan kedua tangannya di atas bumisambil mengangkatkan kepala ke langit. Saat
lahir beliau sudah menjadi yatim (Abdullah wafat di Madinah ketika beliau pergi
berdagang ke negeri Syam dan disaat itu Aminah sedang hamil). Dan ketika beliau
berumur enam tahun wafat lah sang bunda di Abwa saat perjalan pulang dari
berziarah kepada paman-paman ayahnya suku ‘Adiy bin an-Najjar.
Prosesi kelahiran beliau
terjadi di rumah Abu Thalib di tempat Syi’ib Bani Hasyim. Orang yang membantu
proses kelahiran beliau yaitu Ummu Aiman Barakah Al Habasyiyyah, seorang budak
perempuan milik ayahnya. Dan orang yang pertama kali menyusui beliau adalah
Tsuwaibah, budak perempuan pamannya, Abu Lahab. Pada awal pengasuhannya, Muhammad disusukan oleh Halimah
binti Al Harits dari suku Sa’ad bin Bakar. Keluarga Halimah menjadi sejahtera
setelah ia mengambil Muhammad untuk disusukan. Payudara Halimah penuh berisi
susu sehingga ia dapat mengenyangkan Muhammad dan putranya. Begitu juga dengan
unta miliknya. Unta tersebut menjadi kuat dan memiliki banyak susu. Dan pada
saat paceklik, kambing-kambing milik Halimah pun selalu dalam keadaan kenyang
dan memiliki banyak susu untuk diminum oleh keluarga Halimah. Muhammad pun
tumbuh dewasa dalam asuhan Halimah. Beliau tumbuh sehari seperti tumbuh sebulan
(pada anak biasanya).
Pada saat dalam asuhan Halimah lah, terjadi proses pembelahan
dada yang dilakukan oleh Malaikat Jibril. “Sesungguhnya Rosululloh didatangi
oleh Malaikat Jibril ketika sedang bermain bersama anak-anak kecil. Dia pun
mengambilnya dan membaringkannya, kemudian membelah dadanya dan mengeluarkan
hatinya serta mengeluarkan segumpal darah. Jibril berkata, ‘ini adalah bagian
setan dalam dirimu.’ Kemudin ia mencucinya dalam sebuah bejana yang terbuat
dari emas dengan air zamzam. Kemudian dia mengumpulkannya dan mengembalikannya
pada tempatnya”
Kemudian Muhammad di asuh oleh
Ummu Aiman dan ditanggung oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Saat Muhammad berumur
8 tahun, wafat lah sang kakek. Kemudian Muhammad diasuh oleh pamannya, Abu
Thalib. Saat dalam pengasuhan Abu Thalib inilah, Muhammad bekerja sebagai
pengembala kambing. Beliau bermaksud hendak membantu perekonomian keluarga karena
pamannya memiliki banyak anak. Hikmah dibalik pengilhaman para nabi dengan
pengembalaan kambing sebelum menjadi nabi adalah agar mereka terlatih dengan
pengembalaan tersebut. Selanjutnya, mereka akan terbiasa atas apa yang akan
dibebankan kepada mereka yaitu urusan umat.
Cirri kenabian pada diri
Muhammad juga diketahui oleh seorang pendeta Bahira yaitu, saat berjalan
Muhammad selalu dinaungi oleh awan, pohon dan batu menunduk untuk bersujud,
beliau juga dinaungi oleh pohon ketika hendak duduk. Cirri kenabian ini juga
diketahui oleh seorang rahib ketika Muhammad pergi ke negeri Syam sebagai
utusan Khadijah untuk berdagang. ketika itu Rahib bertanya kepada Maisarah
(pegawai Khadijah) tentang laki-laki yang duduk dibawah pohon, setelah itu
rahib tersebut berkata “tidaklah berteduh dibawah pohon ini kecuali dia adalah
seorang nabi.”
Maisarah melaporkan perkataan
rahib tersebut kepada Khadijah dan ia juga melaporkan tentang kejadian-kejadian
aneh (selalu dinaungi oleh awan dan pohon) saat melakukan perjalanan dagang
bersama Muhammad. Dan setelah pulang dari perjalanan dagang tersebut, Khadijah
pun melamar Rosullulah. Khadijah adalah saudagar perempuan terkaya di kota
Mekah, ia bermartabat tinggi dan
memiliki nasab yang mulia. Khadijah adalah wanita termulia penduduk
surga dan termulia sealam raya. Khadijah juga merupakan satu-satunya wanita
yang mendapat salam dari Allah dan malaikat Jibril.
Khadijah merupakan istri
pertama nabi dan merupakan istri satu-satunya. Pada saat beristrikan Khadijah,
nabi tidak pernah menikahi perempuan lain. Dan hanya dari Khadijah lah nabi
mendapat keturunan (dan Mariyah al Qitbiyah, tetapi hanya 1 putra yang bernama
Ibrahim dan meninggal pada usia 17 atau 18 bulan).
Wahyu diturunkan kepada
Muhammad pada saat beliau berumur 40 tahun, 13 tahun di Mekah dan 10 tahun di
Madinah. Dan beliau wafat ketika berumur 63 tahun. Wahyu pertama turun di gua
Hira. Datanglah malaikat kepadanya dan berkata “Bacalah!” beliau menjawab “Aku
tidak bisa membaca.” Nabi berkata, “Dia pun meraih dan mendekapku sampai aku
sesak, kemudian melepaskanku.” Jibril berkata, “Bacalah!” aku menjawab, “Aku
tidak bisa membaca.” Dia pun meraih dan mendekapku untuk kedua kalinya sampai
aku terasa sesak kemudian melepaskanku. Dia berkata “Bacalah!” aku menjawab,
“Aku tidak dapat membaca” dia pun meraih dan mendekapku untuk ketiga kalinya
kemudian melepaskanku. Dia berkata, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu
yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah,
dan Tuhanmulah yang Maha mulia (QS Al Alaq : 1-3)
Akhirnya, pulanglah Rosululloh
bersama ayat tersebut dengan hati berdebar. Beliau masuk ke kamar dan berkata
kepada Khadijah “selimuti aku!” kemudian Khadijah pun menyelimutinya hingga
rasa takut hilang dari beliau. Kemudian beliau pun menceritakan kejadian yang
dialaminya kepada Khadijah.
Fase dakwah dalam kehidupan nabi
dilakukan secara diam-diam (selama 3 tahun), kemudian terang-terangan dan hanya
dengan lisan (berlangsung sampai hijrah), kemudian terang-terangan disertai
dengan peperangan dengan orang yang memulai peperangan (berlangsung hingga
perjanjian Hudaibiyah), kemudian terang-terangan disertai dengan peperangan
melawan setiap orang yang menghalangi dakwah atau tidak mau masuk islam.
Abu Bakar adalah orang yang pertama kali masuk islam dari kalangan dewasa, Ali bin Abi Thalib dari kalangan anak-anak, Khadijah dari kalangan wanita dan Zaid bin Harisah dari kalangan budak.
Sabtu, 26 November 2016
A man. Dia yang tersimpan
Aku kembali pada
kebiasaan lama. Menaruh sebuah nama di dalam hati ini. Seseorang yang cerdas
dan tampan menurutku. Mungkin ini bukan rasa suka, tetapi hanya ku kagumi. Apa pun
itu, nama itu telah berhasil menempati salah satu ruang di hati ini.
Ini bukan kali pertama
aku menyukai seseorang. Eh, bukan suka yang sebenarnya. Mungkin kagum lebih
tepatnya. Seseorang itu akan aku simpan dengan rapi dalam hati ini. Biasanya,
seseorang yang aku simpan itu adalah seseorang yang cerdas.
Aku seorang yang
introvert. Apa yang aku rasakan tidak harus kuceritakan kepada teman atau
sahabat. Keluarga apalagi. aku lebih suka menjadi pendengar. “Kamu bak sampah
yang baik.” Kata seorang teman kepadaku. Karena tak pernah kubocorkan cerita
teman-teman yang pernah curhat kepadaku.
A man. Dia adalah salah
satu rekan kerjaku. Kami bekerja di bidang yang sama. Hanya berbeda kantor. Sesekali,
kami akan bertemu. Dari pertemuan berulang kali inilah aku mulai mengagumi
sosok a man itu.
A man. Sengaja ku
simpan tanpa seorang pun yang mengetahuinya karena aku cukup mengenal diriku
sendiri. Aku seorang yang mudah menyukai seseorang, jika a man itu tahu bahwa aku menyukainya, maka aka
nada 2 kemungkinan. Dia akan membalas rasaku atau dia akan menolaknya. Kedua kemungkinan
itu tidak sanggup ku terima. Jika dia membalas rasaku, maka aku akan bergantung
kepadanya. Aku tidak menyukai diriku bergantung kepada orang lain yang belum
tentu akan menjadi milikku seutuhnya. Jika dia menolakku, tentu aku akan sangat
malu.
Ah.. dilema tingkat
tinggi.
Setiap hari bayangan a
man itu hadir. Ia bagai hantu yang terus hadir menghiasi pikiranku. Hari berganti
hari. Bayangan itu tak kunjung pergi. “Tak apa. Saat aku mulai bosan, bayangan
itu pasti akan pergi juga.” Pikirku. Dan kenyataannya tidak seperti itu. Hari berganti
minggu. Minggu berganti bulan. Bulan terus berganti, tetapi banyangan itu terus
saja hadir.
***
Karena aku lebih memilih
untuk menyukaimu dalam diamku
Aku telah memutuskan
untuk menyukaimu dalam diamku. Karena rasa ini tak kunjung pergi, maka aku akan
menikmatinya dalam diam.
Aku mulai menikmati
rasa ini. Ketika bertemu dengannya dan ia menegurku dengan sangat baik akan
menjadi nilai plus bagiku. Perasaanku sangat senang tentunya.
Tetapi caranya sering
berubah. Terkadang ia sangat baik kepadaku. terkadang ia mengabaikanku. Tak mau
menegurku sama sekali. Walau pun aku menyapanya berulang kali, tetapi aku akan
diabaikannya.
(HANYA KERANGKA CERITA)
Kamis, 24 November 2016
KARENA YANG MAHAL ITU ADALAH KEPERCAYAAN
Alasan.
Hanya sebuah kalimat pembelaan untuk menyembunyikan maksud yang sebenarnya. Alasan
menjadi sebuah kalimat penolong untuk menghindar dari kelemahan, ketidakbisaan,
atau mungkin kesalahan. Alasan, hanya sesendok kebenaran dengan secangkir
kebohongan.
Foya-foya dan
menghabiskan uang adalah menjadi kebiasaanmu kala itu. Biaya SPP, uang saku,
beli baju sepak bola, baju basket, bola, raket, sepatu, baju renang dan segala
tetek bengek peralatan olah raga lainnya adalah sedikit alasan yang pernah kau
lontarkan untuk meminta uang saat itu. Tentu saja orangtuamu percaya dengan
semua yang kau sebutkan itu. Mereka berusaha, bekerja keras bahkan meminta
pinjaman untuk memenuhi segala kebutuhanmu.
Karena yang mereka tahu, bahwa kau keluar rumah dan menjadi anak kos dengan
maksud untuk mencari ilmu. Menjadi mahasiswa fakultas olah raga.
Tapi kenyataannya? Kurang
dari setengah perjalanan, kau berhenti kuliah. Dan akhirnya kami tahu, bahwa
kau juga sangat malas untuk ke kampus. Semua peralatan yang kau sebutkan untuk
dibeli, tak pernah ada. Tak ada sehelai baju olah raga atau sepasang sepatu olah
raga kau miliki. Apa mau dikata? Segala cara telah ditempuh. Tetapi kau tak
juga mau berubah. Tak mau kuliah lagi.
Pernah juga waktu itu,
kau pergi membawa laptop adikmu. Lama, laptop itu tak pernah kau bawa pulang. Padahal
kau tahu, adikmu juga membutuhkan laptop itu untuk tugas-tugas di sekolahnya. Ternyata,
laptop itu kau gadaikan. Untuk apa kau melakukannya? Lantas, kemana uang hasil
gadainya? Entahlah. Mungkin uang itu kau gunakan untuk foya-foya dan
mabuk-mabukan dengan teman-temanmu. Ah.. remaja dengan pergaulan bebas. Tak punya
masa depan. Tak punya mimpi. Tak punya tujuan. Tak punya pengangan.
Kau remaja tak punya
akal. Tidak berhenti sampai disitu saja kelakuan burukmu. Diam-diam, ATM adikmu
pun kau embat. Semua tabungan habis. Untuk apa?? Judi online? Mungkin itu yang
kau sedang geluti. Karena kau remaja gila. Tak punya akal sehat. Padahal kau
tahu, tabungan itu sengaja disiapkan oleh adikmu untuk biaya kuliah. Tabungan itu
dibuatnya saat masih kelas 11. Dan sekarang, hanya tinggal hitungan hari, ia
akan mulai memasuki jenjang universitas.
Pura-pura tobat. Kau bekerja
menjadi karyawan sebuah toko baju. Kemana gajimu? Kau gunakan untuk apa? Yang ada,
setiap minggu kau meminta uang untuk segera di transfer. iya, segera. Dengan berbagai alasan
tentunya. Aku percaya, karena aku berfikir positif. Aku mempercayai bahwa pada
akhirnya kau akan berubah. Menjadi sosok remaja yang baik dan meninggalkan
kebiasaan burukmu.
Kau meminta uang. Tanpa
menunggu lama aku akan mentransfernya. Itu semua karena aku percaya. Nasihat demi
nasihat tak lupa pula kuberikan. Tak pernah kau berkata tidak atau pun
menolaknya. Bahkan, kau juga yang berkata lebih baik dari nasihat itu. Tapi kenyataannya?
Kau masih sama. Tak berubah sedikit pun. Munafik. Apa yang kau katakan tak
sesuai dengan kelakuanmu.
Remaja tak punya otak.
Dan kini, kau pergi
membawa motor. Pergi seminggu tanpa kabar. Dan kau pulang tanpa motor itu. Digadai.
Dengan alasan ingin untuk biaya kos dan akan mulai bekerja bulan depan. Apa aku
akan percaya?? Rasanya sangat sulit. Setelah sekian banyak kebohongan yang kau
ciptakan dengan mulutmu.
Sekarang, silahkan
pikirkan sendiri masalahmu. Aku tak mau lagi ikut campur. Karena akan membuat
dada ini sesak memikirkannya. Bukan karena tak peduli. Hanya saja untuk menjaga
hati.
Jumat, 18 November 2016
MERANGKAI KEBERSAMAAN (Part 2)
Hari yang cerah dan berawan. Selong Belanaaaakkkk…….!!!
We are coming!
Pantai Selong Belanak, kabupaten Lombok Tengah akan menjadi
tujuan wisata kami kali ini. Pantai yang terletak di sebelah barat pantai Kuta
ini memiliki pasir yang berwarna putih. Air laut berwarna hijau dan biru dengan
deburan ombak yang tidak terlalu keras bisa menjadi tujuan wisata pantai bagi
yang ingin membawa anak kecil. Karena ombak yang tidak besar, Pantai ini juga
dijadikan tempat untuk belajar bermain surfing bagi para bule yang berwisata ke
Lombok.
Selalu telat. Hahay…. Kebiasaan yang sering dibiasakan.
Jadwal pemberangkatan yang disepakati paling telat jam 9 ternyata molor juga.
Tapi tak mengapa. Yang penting berangkat dan sampai tujuan dengan selamat.
Perjalanan yang panjang dan jauh. Karena ini pertama kalinya
kami satu tim berlibur ke pantai tengah (biasanya kami memilih lokasi di
Kabupaten sendiri. Bahkan sebelumnya, liburan terakhir kami bersama, di pilih
lokasi di Kecamatan Sendiri. Wisata air Pancor Kopong).
Karena panjangnya jarak yang akan di tempuh, maka kami 16
orang (satu orang tidak bisa ikut) memilih menggunakan mobil. Berangkat dengan
2 mobil. 1 mobil untuk mas ikhwan dan 1 mobil untuk mbak akhwat. Mobil mbak
akhwat berisi 6 penumpang akhwat dewasa, 2 orang apras dan satu orang calon
bayi. Sisanya berada di mobil mas
ikhwan. Keseruan di mobil mbak akhwat tidak kalah disbanding keseruan di mobil
mas ikhwan (kemungkinan sih..hehe)
“Pergi sama ibu2 itu ribet. Banyak berhentinya.” Kata sopir
di mobil mbak akhwat (FYI, sopir di mobil mbak akhwat adalah koorcam tim kami).
Perkataan yang memiliki sedikit alasan. Iya, hanya sedikit saja. Karena kami
meminta berhenti hanya 2 kali. Satu kali berhenti untuk membeli makanan titipan
salah seorang mas ikhwan dan sekali lagi meminta berhenti karena mbak akhwat
kebelet pipis. Oiya, sampai setengah perjalanan, salah satu mbak akhwat juga
mengalami mbok darat. Beruntung tidak sampai muntah di dalam mobil. Minyak Malaleuca
Leucadendron menjadi minyak penolong baginya.
Tidak menemukan masjid terdekat untuk membuang cairan sisa
dari dalam tubuh, maka kami berhenti di salah satu mart untuk menumpang toilet.
Sekalian membeli air mineral gelas. Berhenti di mini market dan membeli
beberapa minuman dingin untuk membasahi kerongkongan yang sudah mulai dahaga. Plus,
beberapa orang lainnya juga membeli makanan ringan. Termasuk mbak akhwat yang
mabok darat.
Setelah berhenti sebentar di mini market, kami pun
melanjutkan perjalanan. And do you know what happened? Mbak akhwat yang tadinya
mabok perjalanan pulih kembali setelah makan snack yang tadi dibelinya. Ternyata
dia pusing dan mual karena lapar. Bukan mabok darat. Huaaa…. Jadi maksud loe
apa???
Akhirnya, kami pun sampai tujuan setelah mendaki gunung
lewati lembah (eh salah). Kemudian Mencari posisi yang nyaman dan mulai membuka
perbekalan. Karena Jalan yang panjang dan berliku (lebay) membuat cacing2 di perut membuat mini konser music keroncong
. Selesai makan dan solat zuhur, game
pun akan segera dimainkan.
Game pertama, tikus dan kucing. Game yang mengasah
konsentrasi pemain. Masing-masing pemain membawa satu sandal yang akan
digunakan untuk bermain. Pemain membuat lingkaran besar dan instructor berada di
tengah para pemain. Instructor akan membacakan narasi dan ketika ada kata “tikus”
maka sandal yang dipegang oleh para pemain akan di over ke kanan dan jika ada kata “kucing” maka sandal akan di over ke
sebelah kiri. Pemain yang salah akan diceburkan ke pantai.
Pada game kedua, para pemain tidak menggunakan sandal lagi.
ketika instructor membacakan narasi dan terdapat kata “Tono” maka pemain akan
maju selangkah dan ketika ada kata “Tini” maka pemain akan mundur selangkah. Dan
hukuman bagi para pemain yang salah pun adalah menceburkan diri ke laut. Game pertama dan kedua mengasah konsentrasi
para pemain.
Terik panas matahari tak menghalangi keseruan kami bermain. Gelak
tawa kami menarik perhatian 2 orang bule yang lewat di depan kami saat itu. Mereka
sempat berhenti tak jauh dari kami dan ikut tertawa. Mungkin mereka ingin untuk
ikut bergabung dalam permainan kami, tapi maaf. Ini adalah liburan untuk
merangkai kebersaam kami.
Game yang ketiga, sudah tidak mengasah konsentrasi lagi. ini
adalah permainan kerja tim. 6 orang dalam satu tim akan memindahkan air mineral
gelas yang terletak di tengah-tengah tali. Tali akan ditarik oleh para pemain
untuk mengangkat dan memindahkan air mineral ke dalam kotak lain yang
disediakan.
Tiga jenis permainan. Tinggal satu permainan lagi yang
dicetuskan oleh sang korcam. Kemungkinan permainan ini adalah permainan syar’I (hehe…).
Tetapi permainan ini tidak jadi dilakukan karena beberapa pemain sudah asyik
berenang.
Sisanya, Mari segera menceburkan diri ke laut. Menikmati segarnya
air laut. Tak lupa berfoto untuk mengabadikan moment hari ini.
Thanks Allah untuk semua nikmat_Mu. Indahnya tempat ini
merupakan salah satu Maha karya ciptaan_Mu.
Terima kasih untuk teman-teman baik yang telah Engkau kirimkan. Semoga kami
akan selalu kompak dan semoga kebersaan kami tidak sampai disini.
Alhamdulillah….
Terimas kasih temans..
Thanks for this day at Selong Belanak J
Langganan:
Komentar (Atom)