Aku kembali pada
kebiasaan lama. Menaruh sebuah nama di dalam hati ini. Seseorang yang cerdas
dan tampan menurutku. Mungkin ini bukan rasa suka, tetapi hanya ku kagumi. Apa pun
itu, nama itu telah berhasil menempati salah satu ruang di hati ini.
Ini bukan kali pertama
aku menyukai seseorang. Eh, bukan suka yang sebenarnya. Mungkin kagum lebih
tepatnya. Seseorang itu akan aku simpan dengan rapi dalam hati ini. Biasanya,
seseorang yang aku simpan itu adalah seseorang yang cerdas.
Aku seorang yang
introvert. Apa yang aku rasakan tidak harus kuceritakan kepada teman atau
sahabat. Keluarga apalagi. aku lebih suka menjadi pendengar. “Kamu bak sampah
yang baik.” Kata seorang teman kepadaku. Karena tak pernah kubocorkan cerita
teman-teman yang pernah curhat kepadaku.
A man. Dia adalah salah
satu rekan kerjaku. Kami bekerja di bidang yang sama. Hanya berbeda kantor. Sesekali,
kami akan bertemu. Dari pertemuan berulang kali inilah aku mulai mengagumi
sosok a man itu.
A man. Sengaja ku
simpan tanpa seorang pun yang mengetahuinya karena aku cukup mengenal diriku
sendiri. Aku seorang yang mudah menyukai seseorang, jika a man itu tahu bahwa aku menyukainya, maka aka
nada 2 kemungkinan. Dia akan membalas rasaku atau dia akan menolaknya. Kedua kemungkinan
itu tidak sanggup ku terima. Jika dia membalas rasaku, maka aku akan bergantung
kepadanya. Aku tidak menyukai diriku bergantung kepada orang lain yang belum
tentu akan menjadi milikku seutuhnya. Jika dia menolakku, tentu aku akan sangat
malu.
Ah.. dilema tingkat
tinggi.
Setiap hari bayangan a
man itu hadir. Ia bagai hantu yang terus hadir menghiasi pikiranku. Hari berganti
hari. Bayangan itu tak kunjung pergi. “Tak apa. Saat aku mulai bosan, bayangan
itu pasti akan pergi juga.” Pikirku. Dan kenyataannya tidak seperti itu. Hari berganti
minggu. Minggu berganti bulan. Bulan terus berganti, tetapi banyangan itu terus
saja hadir.
***
Karena aku lebih memilih
untuk menyukaimu dalam diamku
Aku telah memutuskan
untuk menyukaimu dalam diamku. Karena rasa ini tak kunjung pergi, maka aku akan
menikmatinya dalam diam.
Aku mulai menikmati
rasa ini. Ketika bertemu dengannya dan ia menegurku dengan sangat baik akan
menjadi nilai plus bagiku. Perasaanku sangat senang tentunya.
Tetapi caranya sering
berubah. Terkadang ia sangat baik kepadaku. terkadang ia mengabaikanku. Tak mau
menegurku sama sekali. Walau pun aku menyapanya berulang kali, tetapi aku akan
diabaikannya.
(HANYA KERANGKA CERITA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar