Jumat, 18 November 2016

MERANGKAI KEBERSAMAAN (Part 2)



Hari yang cerah dan berawan. Selong Belanaaaakkkk…….!!!  We are coming!

Pantai Selong Belanak, kabupaten Lombok Tengah akan menjadi tujuan wisata kami kali ini. Pantai yang terletak di sebelah barat pantai Kuta ini memiliki pasir yang berwarna putih. Air laut berwarna hijau dan biru dengan deburan ombak yang tidak terlalu keras bisa menjadi tujuan wisata pantai bagi yang ingin membawa anak kecil. Karena ombak yang tidak besar, Pantai ini juga dijadikan tempat untuk belajar bermain surfing bagi para bule yang berwisata ke Lombok.

Selalu telat. Hahay…. Kebiasaan yang sering dibiasakan. Jadwal pemberangkatan yang disepakati paling telat jam 9 ternyata molor juga. Tapi tak mengapa. Yang penting berangkat dan sampai tujuan dengan selamat.

Perjalanan yang panjang dan jauh. Karena ini pertama kalinya kami satu tim berlibur ke pantai tengah (biasanya kami memilih lokasi di Kabupaten sendiri. Bahkan sebelumnya, liburan terakhir kami bersama, di pilih lokasi di Kecamatan Sendiri. Wisata air Pancor Kopong).

Karena panjangnya jarak yang akan di tempuh, maka kami 16 orang (satu orang tidak bisa ikut) memilih menggunakan mobil. Berangkat dengan 2 mobil. 1 mobil untuk mas ikhwan dan 1 mobil untuk mbak akhwat. Mobil mbak akhwat berisi 6 penumpang akhwat dewasa, 2 orang apras dan satu orang calon bayi.  Sisanya berada di mobil mas ikhwan. Keseruan di mobil mbak akhwat tidak kalah disbanding keseruan di mobil mas ikhwan (kemungkinan sih..hehe)

“Pergi sama ibu2 itu ribet. Banyak berhentinya.” Kata sopir di mobil mbak akhwat (FYI, sopir di mobil mbak akhwat adalah koorcam tim kami). Perkataan yang memiliki sedikit alasan. Iya, hanya sedikit saja. Karena kami meminta berhenti hanya 2 kali. Satu kali berhenti untuk membeli makanan titipan salah seorang mas ikhwan dan sekali lagi meminta berhenti karena mbak akhwat kebelet pipis. Oiya, sampai setengah perjalanan, salah satu mbak akhwat juga mengalami mbok darat. Beruntung tidak sampai muntah di dalam mobil. Minyak Malaleuca Leucadendron menjadi minyak penolong baginya.

Tidak menemukan masjid terdekat untuk membuang cairan sisa dari dalam tubuh, maka kami berhenti di salah satu mart untuk menumpang toilet. Sekalian membeli air mineral gelas. Berhenti di mini market dan membeli beberapa minuman dingin untuk membasahi kerongkongan yang sudah mulai dahaga. Plus, beberapa orang lainnya juga membeli makanan ringan. Termasuk mbak akhwat yang mabok darat.

Setelah berhenti sebentar di mini market, kami pun melanjutkan perjalanan. And do you know what happened? Mbak akhwat yang tadinya mabok perjalanan pulih kembali setelah makan snack yang tadi dibelinya. Ternyata dia pusing dan mual karena lapar. Bukan mabok darat. Huaaa…. Jadi maksud loe apa???

Akhirnya, kami pun sampai tujuan setelah mendaki gunung lewati lembah (eh salah). Kemudian Mencari posisi yang nyaman dan mulai membuka perbekalan. Karena Jalan yang panjang dan berliku (lebay) membuat  cacing2 di perut membuat mini konser music keroncong .  Selesai makan dan solat zuhur, game pun akan segera dimainkan.

Game pertama, tikus dan kucing. Game yang mengasah konsentrasi pemain. Masing-masing pemain membawa satu sandal yang akan digunakan untuk bermain. Pemain membuat lingkaran besar dan instructor berada di tengah para pemain. Instructor akan membacakan narasi dan ketika ada kata “tikus” maka sandal yang dipegang oleh para pemain akan di over ke kanan dan jika ada  kata “kucing” maka sandal akan di over ke sebelah kiri. Pemain yang salah akan diceburkan ke pantai.

Pada game kedua, para pemain tidak menggunakan sandal lagi. ketika instructor membacakan narasi dan terdapat kata “Tono” maka pemain akan maju selangkah dan ketika ada kata “Tini” maka pemain akan mundur selangkah. Dan hukuman bagi para pemain yang salah pun adalah menceburkan diri ke laut.  Game pertama dan kedua mengasah konsentrasi para pemain.

Terik panas matahari tak menghalangi keseruan kami bermain. Gelak tawa kami menarik perhatian 2 orang bule yang lewat di depan kami saat itu. Mereka sempat berhenti tak jauh dari kami dan ikut tertawa. Mungkin mereka ingin untuk ikut bergabung dalam permainan kami, tapi maaf. Ini adalah liburan untuk merangkai kebersaam kami.

Game yang ketiga, sudah tidak mengasah konsentrasi lagi. ini adalah permainan kerja tim. 6 orang dalam satu tim akan memindahkan air mineral gelas yang terletak di tengah-tengah tali. Tali akan ditarik oleh para pemain untuk mengangkat dan memindahkan air mineral ke dalam kotak lain yang disediakan.
Tiga jenis permainan. Tinggal satu permainan lagi yang dicetuskan oleh sang korcam. Kemungkinan permainan ini adalah permainan syar’I (hehe…). Tetapi permainan ini tidak jadi dilakukan karena beberapa pemain sudah asyik berenang.

Sisanya, Mari segera menceburkan diri ke laut. Menikmati segarnya air laut. Tak lupa berfoto untuk mengabadikan moment hari ini.

Thanks Allah untuk semua nikmat_Mu. Indahnya tempat ini merupakan salah satu Maha karya ciptaan_Mu.  Terima kasih untuk teman-teman baik yang telah Engkau kirimkan. Semoga kami akan selalu kompak dan semoga kebersaan kami tidak sampai disini.

Alhamdulillah….

Terimas kasih temans..


Thanks for this day at Selong Belanak J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar