Minggu, 13 November 2016

DESEMBER, BUKAN BULAN YANG TERTULIS DI LAUH MAHFUZ UNTUKKU


Sore Ahad waktu itu, tepatnya tanggal berapa aku lupa. Waktu itu aku menyaksikan acara Damai Indonesiaku dengan penceramah Ust Yusuf Mansur. Dalam doanya, beliau memanjatkan semoga para pemirsa bisa melaksanakan umroh pada bulan Desember tahun 2016. Aku termasuk pemirsa yang mengaminkan doa tersebut dengan setulus hati. Dari hati yang terdalam.

Desember menjadi bulan yang aku nanti-nantikan. Dalam doa aku selalu menyelipkan ingin untuk bisa menjadi tamu Allah pada bulan Desember tahun ini. Berdoa kepada yang Maha dan diskusi dengan ibu adalah bentuk usaha untuk bisa mencapai ingin itu.

KBIH Azzahro’ akan menjadi pilihan kami. Karena perjalanan ini bukan tentang traveling atau holiday, maka ilmunya harus dipersiapkan terlebih dahulu. Dan KBIH Azzahro merupakan KBIH yang melakukan manasik lebih dari 5 kali untuk jemaah yang akan berangkat bersamanya dan KBIH ini juga akan berangkat pada bulan Desember, sesuai dengan apa yang telah ku harapkan.

Yupz, disaat hati sudah semakin mantap dan biaya insyaAllah telah terkumpul, ibu memutuskan akan berkonsultasi dengan pembimbing KBIH pada hari sabtu sore setelah acara pengajian mereka bubar. Ternyata pada hari sabtu, hujan tak kunjung reda. Sehingga apa yang telah direncanakan ditunda.

Ahad, 13 November 2016 ibu menelpon salah satu staf KBIH untuk menanyakan tentang keberangkatan bulan Desember. Dan ternyataaaa…….. pendaftaran untuk bulan Desember telah ditutup. Para jemaah sudah mulai melakukan manasik dan insyaAllah siap untuk berangkat.  Untuk bisa ikut di KBIH ini harus menunggu sekitar 5 bulan lagi yaitu pada bulan Rajab. Dan sekarang masih pertengahan bulan Safar.

 Semua yang aku rangkai dalam angan tak bisa menjadi nyata pada bulan Desember. Doaku untuk bisa berumroh InsyaAllah akan dikabulkanNya, tetapi bukan di bulan Desember ini.  Aku harus menunggu 5 bulan lagi.

5 bulan kedepan, apakah nyawaku masih di dalam raga? Entah lah. Karena hanya Dia yang Maha menggenggam nyawa semua hambaNya.

 5 bulan ke depan, apakah aku masih sehat? Entahlah, karena hanya Dia yang memberi kesehatan.  

5 bulan ke depan, apakah aku masih diberiNya waktu dan kesempatan untuk menjadi tamu di BaitNya? Entah lah. Semoga aku bisa menjadi salah satu dari manusia pilihan yang akan memenuhi undangan ke BaitNya.

Lantas, bagaimana dengan statusku? Apakah 5 bulan ke depan statusku telah berubah?? Entahlah. Karena hanya Dia  yang Maha Tahu. Dia yang Maha mengatur semua urusan mahlukNya.

Dalam masa penantianku yang 5 bulan ini, semua bisa saja terjadi dengan ke Maha Kuasaan Allah. Jika Dia berkata “Kun” maka semua akan terjadi. Yang perlu untuk aku lakukan adalah belajar dan terus berusaha memperbaiki diri. Mungkin saat ini aku masih terlalu kotor untuk bisa menjadi tamu istimewa itu. Ini adalah waktuku untuk membersihkan diri, membersihkan hati dan pikiran agar aku semakin mendekatkan diri kepadaNya.

Be positif thingking, mungkin masa 5 bulan ini adalah waktu untuk bermuhasabah diri agar aku bisa menjadi wanita suci. Mungkin dalam masa penantian ini, statusku pun akan diubah oleh Allah dengan mendatangkan lelaki yang telah dipilihNya untukku. Semoga…

Mungkin dalam catatan kehidupanku di Lauhul Mahfuz, umroh pada bulan Desember tahun 2016 tidak tercetak.

Bersabar dan bersyukur. Karena Dia adalah yang Maha Mengatur.


Scenario yang dibuat olehNya pasti indah….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar