Sore Ahad waktu itu, tepatnya tanggal berapa aku lupa. Waktu itu
aku menyaksikan acara Damai Indonesiaku dengan penceramah Ust Yusuf Mansur. Dalam
doanya, beliau memanjatkan semoga para pemirsa bisa melaksanakan umroh pada
bulan Desember tahun 2016. Aku termasuk pemirsa yang mengaminkan doa tersebut
dengan setulus hati. Dari hati yang terdalam.
Desember menjadi bulan yang aku nanti-nantikan. Dalam doa aku
selalu menyelipkan ingin untuk bisa menjadi tamu Allah pada bulan Desember
tahun ini. Berdoa kepada yang Maha dan diskusi dengan ibu adalah bentuk usaha
untuk bisa mencapai ingin itu.
KBIH Azzahro’ akan menjadi pilihan kami. Karena perjalanan
ini bukan tentang traveling atau holiday, maka ilmunya harus dipersiapkan
terlebih dahulu. Dan KBIH Azzahro merupakan KBIH yang melakukan manasik lebih
dari 5 kali untuk jemaah yang akan berangkat bersamanya dan KBIH ini juga akan
berangkat pada bulan Desember, sesuai dengan apa yang telah ku harapkan.
Yupz, disaat hati sudah semakin mantap dan biaya insyaAllah
telah terkumpul, ibu memutuskan akan berkonsultasi dengan pembimbing KBIH pada
hari sabtu sore setelah acara pengajian mereka bubar. Ternyata pada hari sabtu,
hujan tak kunjung reda. Sehingga apa yang telah direncanakan ditunda.
Ahad, 13 November 2016 ibu menelpon salah satu staf KBIH
untuk menanyakan tentang keberangkatan bulan Desember. Dan ternyataaaa……..
pendaftaran untuk bulan Desember telah ditutup. Para jemaah sudah mulai
melakukan manasik dan insyaAllah siap untuk berangkat. Untuk bisa ikut di KBIH ini harus menunggu
sekitar 5 bulan lagi yaitu pada bulan Rajab. Dan sekarang masih pertengahan
bulan Safar.
Semua yang aku rangkai
dalam angan tak bisa menjadi nyata pada bulan Desember. Doaku untuk bisa
berumroh InsyaAllah akan dikabulkanNya, tetapi bukan di bulan Desember
ini. Aku harus menunggu 5 bulan lagi.
5 bulan kedepan, apakah nyawaku masih di dalam raga? Entah lah.
Karena hanya Dia yang Maha menggenggam nyawa semua hambaNya.
5 bulan ke depan,
apakah aku masih sehat? Entahlah, karena hanya Dia yang memberi kesehatan.
5 bulan ke depan, apakah aku masih diberiNya waktu dan
kesempatan untuk menjadi tamu di BaitNya? Entah lah. Semoga aku bisa menjadi
salah satu dari manusia pilihan yang akan memenuhi undangan ke BaitNya.
Lantas, bagaimana dengan statusku? Apakah 5 bulan ke depan
statusku telah berubah?? Entahlah. Karena hanya Dia yang Maha Tahu. Dia yang Maha mengatur semua
urusan mahlukNya.
Dalam masa penantianku yang 5 bulan ini, semua bisa saja
terjadi dengan ke Maha Kuasaan Allah. Jika Dia berkata “Kun” maka semua akan
terjadi. Yang perlu untuk aku lakukan adalah belajar dan terus berusaha
memperbaiki diri. Mungkin saat ini aku masih terlalu kotor untuk bisa menjadi
tamu istimewa itu. Ini adalah waktuku untuk membersihkan diri, membersihkan
hati dan pikiran agar aku semakin mendekatkan diri kepadaNya.
Be positif thingking, mungkin masa 5 bulan ini adalah waktu
untuk bermuhasabah diri agar aku bisa menjadi wanita suci. Mungkin dalam masa
penantian ini, statusku pun akan diubah oleh Allah dengan mendatangkan lelaki
yang telah dipilihNya untukku. Semoga…
Mungkin dalam catatan kehidupanku di Lauhul Mahfuz, umroh
pada bulan Desember tahun 2016 tidak tercetak.
Bersabar dan bersyukur. Karena Dia adalah yang Maha Mengatur.
Scenario yang dibuat olehNya pasti indah….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar